Gencar Vaksinasi Akhir Tahun, Indonesia Terima Bantuan 324 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Janssen dari Belanda

Fimela Reporter09 Des 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 09 Des 2021, 11:30 WIB
vaksin

Fimela.com, Jakarta Indonesia kembali menerima bantuan vaksin covid-19 Janssen (Johnson & Johnson/J&J) sebanyak 324.000 dosis dari Pemerintah Belanda pada Jumat, 3 Desember 2021. Faktanya, kedatangan vaksin Janssen di Indonesia ini merupakan tahap ke-146. Pesawat Singapore Airlines yang membawa vaksin Janssen ini pun mendarat pukul 11.16 WIB.

Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Belanda atas bantuan vaksin Janssen yang telah dikirimkan kepada Indonesia. 

“Atas kedatangan ini, Pemerintah Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Belanda,” ujar Nadia melalui pernyataan tertulis.

Sebelumnya, Indonesia telah menerima vaksin Janssen sebanyak 500.000 dosis dari Pemerintah Belanda untuk pertama kalinya pada Sabtu, 11 September 2021. Selain itu, 657.000 dosis vaksin covid-19 AstraZeneca dari Pemerintah Belanda pun telah diterima oleh Pemerintah Indonesia.

Kemudian, Pemerintah Belanda turut memberikan kepada Indonesia donasi vaksin Covid-19 Moderna sebanyak 819.000 dosis pada Sabtu, 30 Oktober 2021 dan 680.000 dosis pada Rabu, 10 Oktober 2021.

Hibah Vaksin Janssen Merupakan Wujud Hubungan Erat Indonesia-Belanda

ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

Dilansir Liputan6, Senin (6/12), Siti Nadia Tarmizi menyebut hibah vaksin Janssen ini merupakan bukti komitmen Indonesia dan Belanda dalam bahu-membahu menangani Covid-19 di dunia, sekaligus menjadi wujud nyata hubungan baik dan erat antara kedua negara.

Seperti yang diketahui, sejak awal pun Indonesia sangat gencar menyuarakan kesetaraan masyarakat dalam akses vaksin Covid-19. Hal tersebut sangat penting guna melindungi dunia dari ancaman Covid-19 yang hingga saat ini masih terus bermutasi.

“Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika tidak ada keseteraan akses vaksin, akan sangat sulit untuk memenuhi target vaksinasi yang dicanangkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),” ujar Nadia.

Selain mencegah lonjakan kasus Covid-19, Indonesia yang terus gencar dalam program vaksinasi nasional hingga ke berbagai pelosok desa juga memiliki alasan lain, di mana telah diperkirakan akan ada hampir 80 negara yang tidak dapat mencapai 40 persen penduduknya yang divaksinasi pada akhir 2021.

“Pemerintah pusat mendorong berbagai daerah untuk segera melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi para warganya. Dibantu juga dengan sejumlah instansi seperti TNI dan Polri,” tuturnya.

Penulis: Atika Riyanda Roosni

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓