Kasus COVID-19 Varian Omicron Melonjak di Indonesia, Pemerintah akan Evaluasi PTM

Fimela Reporter22 Jan 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 16:00 WIB
Ilustrasi varian COVID-19, omicron

Fimela.com, Jakarta Lonjakan kasus omicron menimbulkan kebingungan terkait pembelajaran tatap muka (PTM). Seperti yang diketahui, PTM 100 persen baru dilaksanakan pada awal Januari 2022. Namun, varian terbaru Covid-19, omicron, mendadak melonjak pada minggu awal pelaksanaan PTM

Dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu, (22/01/2022). Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, konsen pemerintah terhadap PTM akan menyesuaikan dengan keadaan yang ada, tanpa mengorbankan kesehatan. Dilihat dari kembali meningkatnya kasus Covid-19 akibat varian baru Omicron, pemerinta akan mengevaluasi kembali kebijakannya terkait PTM.

"Kita akan terus sesuaikan dengan kondisi, apabila situasi masih terkendali tidak apa 100 persen (PTM penuh) tapi daerah-daerah tertentu mungkin ya itu akan kita sesuaikan," kata Ma'ruf saat ditemui di Kantor Gubernur Banten, Kamis (20/1/2022).

Kebijakan PTM akan disesuaikan tiap daerah

Corona
Zona merah Corona di Indonesia meningkat 50 persen jelang Ramadan. | pexels.com/@cdc-library

Dikutip dari Liputan6.com pada Sabtu, (22/01/2022) Ma'ruf menyampaikan bahwa kebijakan mengenai PTM akan disesuaikan dengan lonjakan kasus tiap daerah. Dikarenakan tiap daerah memiliki peningkatan kasus yang berbeda.

"Jadi kalau ada sesuatu (lonjakan kasus Covid) maka kemudian kita akan segera sesuaikan. Kan tidak semua daerah (angka kasus Covid meningkat)," jelas Ma'ruf.

Patuhi prokes dan vaksinasi

Ilustrasi vaksin corona, vaksin covid-19
Ilustrasi vaksin corona, vaksin covid-19. Kredit: fernando zhiminaicela via Pixabay

Ma'ruf berpesan kepada pelajar untuk terus disiplin dalam menjalani protokol kesehatan. Tidak lupa, bagi mereka yang belum melaksanakan vaksinasi agar bisa segera mendapatkan suntikan penguat imun tersebut.

"Memang aturan PTM belum diubah, tapi vaksinasi akan terus dilakukan dan juga dipercepat untuk anak-anak," dia menutup.

 

*Penulis: Jeihan Lutfiah Zahrani Yusuf.

#Women For Women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela