Sukses

Info

Terima Ratusan Laporan Terkait UFO, Kemhan AS Khawatir Soal Keaman dan Kemungkinan Adanya Alien

Fimela.com, Jakarta Sebuah kantor baru di Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) yang didirikan untuk melacak benda terbang tak dikenal (Unidentified flying object/UFO) telah menerima beberapa ratus laporan baru terkait UFO. Melansir dari Liputan6.com, Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) ini didirikan oleh Pentagon pada bulan Juli dan bertanggung jawab untuk melacak objek tak di kenal yang ada di langit, bawah air, dan juga luar angkasa, serta objek berpotensi yang memiliki kemampuan untuk berpindah dari satu domain ke domain berikutnya.

Kantor tersebut didirikan karena pilot militer kerap mengamati benda terbang tak dikenal dan enggan melapor karena takut akan stigma sejak lebih dari setahun yang lalu. Diketahui terdapat 144 pertemuan dengan benda terbang tak dikenal antara tahun 2004 dan 2021, 80 di antaranya tertangkap pada beberapa sensor. Direktur anomali yakni Sean Kirkpatrick mengatakan bahwa timnya mendapatkan lebih banyak laporan hingga beberapa ratus sejak pertemuan tersebut.

Laporan spesifik terkait UFO yang diterima sejak 2021 ini akan disampaikan oleh Direktur Intelijen Nasional pada akhir tahun 2022 nanti. Meskipun telah menerima ratusan laporan mengenai UFO, kepemimpinan AARO mengatakan bahwa sejauh ini masih tidak ada bukti terkait kehidupan alien.

 

Risiko Keamanan dari UFO

Tak hanya didirikan untuk membuktikan pertanyaan mengenai kehidupan di luar bumi seperti alien, Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) juga bertanggung jawab untuk melacak terkait risiko keamanan yang dapat ditimbulkan dari benda terbang yang tidak dikenal oleh instalasi militer atau pesawat militer. Kongres juga telah mengadakan sidang pertamanya setelah lebih dari setengah abad berkecimpung dalam topik tersebut pada bulan Mei lalu. 

Para anggota Kongres yang menghadiri sidang menyampaikan kekhawatirannya terkait benda terbang yang tak dikenal tersebut. Mereka masih menduga apakah benda-benda itu asing atau memiliki potensi baru, seperti teknologi yang tidak diketahui yang diterbangkan oleh China, Rusia, atau musuh potensial lainnya. Kekhawatiran ini muncul sebab benda yang tidak diketahui ini dapat menciptakan risiko keamanan bagi negara dan seisinya.

"Sejauh ini, kami belum melihat apa-apa, dan kami masih sangat awal, itu akan membuat kami percaya bahwa salah satu objek yang kami lihat berasal dari alien. Setiap sistem yang tidak sah di wilayah udara kami kami anggap sebagai ancaman terhadap keselamatan," ungkap Ronald Moultrie selaku Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen dan Keamanan AS.

Moultrie juga mengatakan bahwa mereka saat ini tengah mengerjakan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengidentifikasi objek yang tidak diketahui tersebut. Mereka tengah mencoba mengkalibrasi ulang sensor yang mungkin difokuskan hanya pada pesawat musuh atau tanda drone yang diketahui.

 

Identifikasi UFO

Kirkpatrick menduga bahwa banyaknya laporan tambahan yang masuk merupakan suatu cara departemen untuk mendestigmatisasi potensi pelaporan penemuan. Sementara itu, banyaknya teknologi baru seperti pembom siluman, pesawat tempur siluman, drone, dan rudal hipersonik yang diluncurkan oleh AS dan China juga dapat menjadi salah satu alasan masuknya ratusan laopran tersebut karena dapat disalahartikan sebagai UFO.

Ia juga mengatakan bahwa kantor baru AARO telah berkoordinasi dengan Pentagon dan komunitas intelijen AS dalam mendapatkan tanda tangan teknologi AS untuk mengesampingkan pesawat atau drone tersebut.

"Kami sedang menyiapkan mekanisme yang sangat jelas dengan program biru kami, baik program DOD dan IC kami, untuk menghilangkan konflik pengamatan apa pun yang datang dengan aktivitas biru, dan memastikan bahwa kami menyingkirkannya dan mengidentifikasinya sejak dini," kata Kirkpatrick, merujuk pada program pesawat AS "biru" yang dioperasikan oleh Pentagon atau badan intelijen.

 

Penulis: Frida Anggi Pratasya

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading