Kucing Emas, Terlihat Jinak Namun Bisa Menerkam Manusia

Lanny Kusumastuti14 Mar 2018, 08:22 WIB
Dikira Anak Harimau, Kucing Emas Terperangkap di Garasi Mobil Warga

Fimela.com, Jakarta Kucing emas atau Pardofelis temminckii tengah menghebohkan publik, setelah warga Gampong (desa) Masjid, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh menemukan hewan langka tersebut di garasi rumahnya. Sempat dikira anak harimau, kemuculan kucing emas dewasa itu pun membuat panik.

"Tadi pagi baru diketahui saat menantu saya ada keperluan mengambil barang di dalam garasi. Saat dilihat awal dipikir kucing, tapi kok besar dan suara hongosannya tidak sama dengan kucing," kata Syarifuddin, pemilik rumah, di Meulaboh, Senin, 12 Maret 2018, dilansir Antara.

Dikira Anak Harimau, Kucing Emas Terperangkap di Garasi Mobil Warga
Kucing emas termasuk hewan terancam punah yang memiliki suara dengusan lebih keras. (dok. Wikipedia/Dinny Mutiah)

Saat ditemukan, kucing emas yang terperangkap dalam kayu dan kawat duri itu tak mau keluar. Warga yang mengira kucing emas itu adalah anak harimau pun panik karena takut akan didatangi induknya.

Meski begitu warga sempat memberi makan kucing emas tersebut yang terlihat jinak. Ya, kucing emas memang terlihat jinak, namun jangan salah, jenis hewan yang dilindungi ini juga bisa menerkan manusia lho saat ia merasa terancam.

"Memang tadi ada yang bilang itu harimau, setelah saya lihat itu adalah kucing emas. Ini juga hewan langka sejenis harimau dan dilindungi. Kalau dia merasa terancam, dia juga akan menerkam kita, maka waspada aja," kata staf BKSDA Aceh, Trisamitra.

Kucing Emas Satwa Langka yang Dilindungi

[Bintang] 7 Tips Memotret Kucing Agar Terlihat Lebih Menggemaskan di Kamera
Ilustrasi Kucing (Sumber Foto: boredpanda.com)

Terkait penemuan tersebut, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat dan unsur muspika Kaway XVI datang ke lokasi dan mengevakuasi kucing emas itu.

Lebih lanjut Trisamitra mengatakan rencananya kucing emas yang masuk dalam daftar satwa langka yang rentan karena perburuan dan hilangnya habitat hutan Asia Tenggara karena defortasi ini akan dievakuasi, dan mendapatkan perawatan sebelum nantinya akan dilepaskan kembali ke kawasan hutan konservasi.

Lanjutkan Membaca ↓