Rahasia Ibu Bekerja

Fimela02 Des 2011, 05:29 WIB

Next

working mom

  1. Do work at home; do home at work. Banyak yang harus kita bereskan dalam jangka waktu 24 jam. Di mana mengerjakannya bukan poin terpenting; kamu hanya harus bisa mencoret dari daftar to-do dan menyisakan waktu untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Bersantai di salon? Dan membaca buku. So, bayar tagihan saat makan siang, dan cek email kerjaan di rumah saat anak sedang bermain.
  2. Kerjakan berbarengan. Berusaha untuk menyelesaikan A dan B dan C secara bersamaan. Contohnya, duduk dan bekerja di sebelah si kecil yang sedang mengerjakan PR. Dia mengerjakan tugas biologi (dan saya mengerjakan tulisan), saya bekerja sekaligus menemani dia. Dan saat dia bertanya soal kenapa manusia harus buang air, saya bisa langsung Google dan mencari jawaban. Si kecil tugas biologi dapat nilai bagus, deadline saya beres. Seratus untuk semua.
  3. Keluar rumah di pagi hari (tanpa ada yang menangis) adalah satu-satunya yang harus dicapai sebelum pukul 08.30. Berhenti mengatur semuanya. Tujuan utama kita adalah keluar rumah dengan tampilan oke dan tanpa si kecil menangis karena nggak mau ke sekolah. Walau itu artinya menidurkan dia dengan seragam sekolah biar nggak repot pagi harinya.
  4. Percaya dengan kata hati. Menghabiskan waktu seharian mempersiapkan meeting yang mulai sejam lagi dan sekolah menelepon melaporkan si kecil baru saja jatuh, there’s no one right thing to do. Insting pertama adalah melewatkan meeting. Atau mengusulkan kepada perawat sekolah untuk memberikan Betadine. Buat keputusan dengan cepat dan – ini kuncinya – jangan pertanyakan keputusan tadi. Let it go. Really.

Next

working mom
  • Tinggalkan anak (dan segala cerita tentang mereka) di rumah. Teman kerja pastinya senang kalau sesekali mendengarkan show ballet pertama atau pertandingan futsal. Keep it minimum, at least seminggu sekali. Ingat – tempat membanggakan anak yang pas adalah di acara keluarga.
  • Jangan obsess tentang hal yang nggak akan diingat lagi lima tahun kedepan. Begitu 2015, nggak ada, bahkan kita, yang masih kesal karena rapat orangtua-murid diadakan pada jam kerja. Atau si kecil selalu menangis tiap di antar ke sekolah. Everything will be fine.
  • Berhenti berpikir tentang diri sendiri sebagai orang yang berbeda: mother, worker, me. Kita adalah satu orang, nggak terbagi, yang kebetulan punya beberapa jabatan. Dan walaupun jabatan tersebut bisa menghabiskan energi, at least be happy you’ve got something important to do.
  • Persenjatai diri dengan senjata rahasia. Senjata saya adalah handheld game, Blackberry, obat migren, termometer, krayon dan kertas.
  • Jangan terlalu mengikuti apa kata buku. Kadang lebih baik menonton bioskop bersama teman daripada menghabiskan weekend mengerjakan pekerjaan rumah. Semua orang punya batas dan kemampuan sendiri. Nggak ada yang lebih tahu selain kita.
  • Yang terakhir adalah tips dari kamu. Yang terbaik akan kami cantumkan dalam artikel ini. Ditunggu!
  •  

    Lanjutkan Membaca ↓