Aroma-aroma Pembangkit Mood Bercinta

Fimela Editor04 Jan 2013, 07:59 WIB

Next

Ya, indera penciuman bisa menjadi media pembangkit gairah seksual. Beberapa dari banyak sekali aroma yang kita cium sehari-hari rupanya memiliki sensivitas tersendiri, yang bisa merangsang saraf otak menciptakan respons psikologis dan fisiologis, meningkatkan chemistry sampai ketertarikan seksual. Hal itulah yang diungkapkan Alan R. Hirsch, owner Smell and Taste Treatment and Research Foundation of Chicago.

“Kalau aku suka massage oil aroma zaitun-nya Mustika Ratu, karena sejak pacaran suka bereksplorasi pakai minyak zaitun. Jadi, sekarang tiap pakai ke muka untuk pijit suka teringat lagi. Kalau lagi tidak pusing dengan urusan pekerjaan, bisa bikin terangsang juga.”

-Rini, 28 tahun, editor-

“Biasanya aku dan istri pakai massage oil aroma tumbuh-tumbuhan. Aroma itu bisa bikin istri nyaman, jadi aktivitas ranjang kami lebih hot. Selain itu, body mist istri yang beraroma buah-buahan juga lumayan kusuka.”

-Julian, 32 tahun, staf keuangan-

“Favoritku aroma tubuh pasangan sehabis mandi. Aroma tubuhnya setelah beraktivitas seharian dan saat dia bangun tidur juga suka bikin aku terangsang. Pokoknya, semua aroma dari badannya, deh.”

-Ranti, 29 tahun, sekretaris-

“Parfum Bvlgari suami bisa membangkitkan gairahku. Kalau dia pakai parfum itu, bawaannya pengen meluk dan cium terus. Segar dan sensual, sih.”

-Dewi, 25 tahun, account executive-

Next

Aroma tubuh alami, seperti feromon, bersifat lebih personal dan menggoda gairah dibandingkan parfum. Tiap orang memproduksi aroma alami yang berbeda-beda yang diproduksi kelenjar ketiak dan daerah sekitar kelamin, yang aktif sejak masa pubertas. Mencium aroma tubuh pasangan tersebut mampu membuat kita lebih nyaman, tenang, dan merasa rileks, yang otomatis membuat perasaan mudah larut dan mood bercinta meningkat. Aroma tumbuh-tumbuhan dan bunga, seperti kayu manis, vanilla, lavender, musk, dan jasmine dalam parfum, aromaterapi, massage oil, misalnya, ternyata juga mampu menciptakan suasana hati berbeda.

Wewangian kayu manis dan lavender dipercaya meningkatkan gairah karena mempercepat peredaran darah menuju alat vital laki-laki, sementara aroma vanilla bersifat menghangatkan dan menenangkanmu dan pasangan. Banyak pilihan untuk mendapatkan sensasi tersebut, misalnya lewat aromaterapi, parfum, dan body lotion/butter. Wewangian lain yang pas untukmu dan pasangan adalah jasmine. Aroma lembut jasmine rupanya tak cuma memberikan suasana romantis, tapi juga membuat nyaman pikiran dan tubuh, yang bisa merangsang gairah. Dan, khusus untuk perempuan, siapa sih yang tak tergila-gila dengan aroma musk dari parfum pasangannya? Seksi dan menggoda pastinya! So, terus minta pasangan memakai aroma favoritmu itu kalau ingin sukses memancingmu naik ke ranjang.

Next

Holistic Aromatherapy Practioner and Educator Rina Poerwadi mengungkapkan bahwa ada hubungan antara aroma dengan emosi kita. Aroma yang terhirup akan sampai ke bagian otak bernama thalamus dan hypothalamus. Thalamus akan mengidentifikasi jenis aroma, sementara hypothalamus bertugas mengasosiasi aroma dengan memori kita, jelas Rina. Itulah mengapa wewangian bisa menggugah memori akan seseorang, tempat, maupun suatu kejadian, yang menciptakan perasaan tertentu, dan sangat mungkin membangkitkan mood, untuk mesra dengan pasangan, salah satunya.

Sementara itu, Rina menambahkan, “Sebenarnya, wewangian berkaitan dengan seberapa penting seks dalam hubungan tiap pasangan. Artinya, bila seks menjadi prioritas utama, maka ritual lain untuk membangkitkan mood bercinta perlu dipikirkan.” Pemakaian aroma tertentu, minyak esensial, misalnya, bisa membuat suasana lebih romantis. Minyak esensial diakuinya memiliki khasiat tersendiri untuk membangkitkan gairah seksual, meningkatkan hormon estrogen perempuan yang sekaligus membuat laki-laki menjadi lebih rileks.

Bagaimana denganmu, Fimelova? Aroma apa yang paling ampuh membuatmu on di ranjang? Share, ya!

Lanjutkan Membaca ↓