Sukses

Lifestyle

Temui Keadaan Darurat, 5 Langkah Ini Bisa Bantu Kita Selamatkan Hidup Orang Lain

Jakarta Serangan jantung sebenarnya bukan hanya mampu menimpa pasien dengan riwayat penyakit jantung saja. Siapapun yang memiliki gaya hidup kurang sehat, aktivitas padat dan jarang berolahraga juga punya potensi yang sama. Data PERKI (Perhimpunan Kardiologi Indonesia) pada tahun 2016 menemukan bahwa angka kejadian henti jantung mendadak berkisar antara 300.000 - 350.000 insiden setiap tahunnya. Meskipun demikian, terdapat peningkatan peluang hidup ketika ada lebih banyak orang yang berada di lokasi kejadian (bystander) melakukan pertolongan pertama dengan CPR.

Memperingati hari jantung sedunia yang akan jatuh pada 29 September nanti, diprakarsai oleh Philips Indonesia, Fimela berkesempatan mendapatkan pelatihan tanggap gawat darurat atau yang biasa disebut dengan First Aid oleh Medic One, salah satu lembaga first aid yang bersertifikasi kelas dunia. Sebagai perusahaan penyedia teknologi kesehatan, Philips Indonesia merasa memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satunya  dengan menyuarakan pengetahuan mengenai CPR, guna menyelamatkan nyawa di saat-saat darurat. 

Salah satu narasumber dokter ahli kardiologi pada pelatihan tersebut, dr. Jetty, menyebutkan tentang masa emas. Yakni tiga menit pertama setelah terjadinya henti jantung mendadak. Jika CPR dilakukan dalam rentang waktu ini, ada kemungkinan besar korban akan bertahan hidup tanpa terjadi kerusakan pada organ otak. Namun, setelah masa tiga menit ini berlalu, semakin tinggi risiko korban menderita kerusakan otak akibat serangan tersebut. Dr. Jetty mengatakan bahwa jendela waktu kecil ini menentukan kesempatan hidup korban dan setiap detiknya sangat berharga. Memastikan ketersediaan AED (Automated External Defibrillators) yaitu alat bantu jantung portabel, serta bantuan pertolongan pertama berupa CPR adalah kunci untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. Ini adalah sesuatu yang perlu sadari oleh masyarakat, bahwa semua orang bisa menyelamatkan nyawa pada saat-saat darurat. Berikut langkah-langkahnya.

 

1. Sebenarnya mudah caranya, pertama yang harus dilakukan saat mendapati keadaan darurat adalah jangan panik. Berusaha untuk tenang, dan pahami keadaan sekitar saat hendak memberikan pertolongan. Jangan memasuki daerah yang berbahaya, seperti area kecelakaan yang tidak aman misalnya. Karena alih-alih mampu membantu korban, bila keadaan lingkungan sekitar membahayakan, jangan sampai kita ikut menjadi korban. 

2. Kedua, amati keadaan korban. Lihatlah apakah terdapat pergerakan pada bagian dada yang menandakan ia bernafas atau tidak. Bila tidak, coba tegur korban untuk pancing kesadarannya, hal ini bisa dilakukan dengan menanyakan keadaan korban atau memberikan sedikit kejutan seperti pukulan kecil pada bagian pundak. Bila tak terlihat tanda-tanda kesadaran, tandanya korban butuh pertolongan. 

 

3. Ketiga, tunjuk orang yang ada disekitar untuk mencari bantuan medis. Tiga bantuan utama yang harus dipanggil adalah Ambulans, kotak P3K serta AED (Automated External Defibrillators) yaitu alat bantu jantung portabel. Di sini penting sekali untuk kita tahu nomer telefon darurat seperti ambulans dan medis di Indonesia. Untuk kecelakaan lalu lintas nomer telefon yang bisa dihubungi adalah 112, dan keadaan darurat lainnya seperti serangan jantung bisa menghubungi 119. 

4. Sambil menunggu datangnya ambulans, kita harus tetap memantau kondisi korban. Bila sudah sempat mendapatkan pelatihan first aid, kita harus langsung lakukan CPR untuk kelangsungan hidup korban. Bila tidak, tanyakan pada orang sekitar, adakah yang mampu memberikan pertolongan pertama berupa CPR. Bila tak ada juga, segera hubungi 119 untuk minta dipandu dalam memberikan CPR kepada korban. Ada baiknya bila yang ikut memberikan pertolongan CPR lebih dari 1 orang. Hal ini disebabkan, saat memberikan pertolongan CPR harus dilakukan non-stop sampai bantuan medis datang, dan hal tersebut cukup memakan energi dari penolong. 

5. Rangkaian CPR ini cukup menguras tenaga. Yakni dengan menekan bagian tengah dada korban menggunakan dua kepalan tangan, kita harus mendorong sebanyak 30 kali dorongan, serta dibantu dengan pemberian nafas buatan sebanyak dua tiupan. Satu rangkaian ini harus di ulang sebanyak 5 kali putaran untuk satu sesi CPR. Satu yang harus diingat, saat pemberian CPR jangan lepaskan pandangan pada korban, bila korban mulai sadarkan diri, hentikan pemberian CPR, namun sebaliknya, bila korban belum juga sadar, kita harus terus lakukan CPR sampai tim medis datang.

 

Mungkin memang terdengar sulit, namun bila mampu menyelamatkan nyawa seseorang, mengapa tidak?. Ingat, semua orang bisa selamatkan nyawa.Sekali lagi, dengan tidak ikut panik kita selalu berkesempatan jadi penyelamat hidup orang.

 

(Picture : Getty Images)

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading