Hindari Celaka, Kenali Gejala Kurang Darah Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh

Gilar Ramdhani03 Jul 2018, 00:00 WIB
Hindari Celaka, Kenali Gejala Kurang Darah Sebelum Melakukan Perjalanan Jauh

Bintang.com, Jakarta Melakukan perjalanan jauh dengan mobil atau sepeda motor merupakan kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama keluarga atau teman-teman. Namun, aktivitas ini juga memiliki risiko yang cukup besar. Lengah sedikit saja, kecelakaan fatal dapat terjadi.

Karena itu, sebelum melakukan perjalanan jauh sebaiknya Anda memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan tubuh dalam kendaraan prima. Terlebih lagi, kalau Anda bertanggung jawab untuk mengendarai kendaraan. Sebab, berkendara jarak jauh memerlukan fokus plus perhatian ekstra, belum lagi tantangan di jalan yang tak terduga.

Salah satu kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan adalah gejala kurang darah. Kurang darah atau dikenal juga dengan sebutan anemia, merupakan sebuah kondisi tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini, dimana kelompok yang berisiko tinggi anemia adalah wanita usia subur, ibu hamil, anak usia sekolah dan remaja. Sedangkan menurut data Riskesdas tahun 2013, prevalensi anemia di Indonesia sebesar 21,7%, dengan proporsi 20,6% di perkotaan dan 22,8% di pedesaan serta 18,4% laki-laki dan 23,9% perempuan. Berdasarkan kelompok umur, penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan sebesar 18,4% pada kelompok umur 15-24 tahun.

Kondisi tubuh yang kekurangan oksigen tersebut dapat membuat organ-organ di dalamnya tidak mampu menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Tubuh pun akan mudah merasakan 5L, yaitu Letih, Lemas, Lesu, Lunglai, dan Lemah.

Gejala-gejala anemia sendiri dapat bervariasi, bergantung pada jenis, penyebab, keparahan penyakit, dan penyakit lain yang mendasari. Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita anemia antara lain;

- Mudah lelah dan tidak berenergi

- Denyut jantung tidak teratur, terutama saat berolahraga

- Sesak dan nyeri kepala, terutama saat sedang berolahraga

- Sulit berkonsentrasi

- Pusing berputar

- Kulit pucat

- Nyeri pada kaki

- Insomnia

Pada jenis anemia tertentu gejala yang dialami juga berbeda-beda, contohnya anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Dikutip dari laman klikdokter, orang yang mengalami anemia kekurangan zat besi dapat mengalami pica. Pica merupakan keinginan untuk mengonsumsi benda tertentu, seperti kertas, es, debu atau tanah. Biasanya, gejala yang dirasakan adalah nyeri pada mulut.

Penderita anemia kekurangan zat besi juga kerap merasa pusing, berkunang-kunang, dan lemas. Hal ini tentu dapat mengganggu konsentrasi pengemudi.

Perbaiki Pola Asupan dan Konsumsi Suplemen

Guna menghindari hal tersebut, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah memperbaiki pola asupan makanan dan memenuhi asupan zat besi harian. Konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti bayam, hati, ikan, dan telur. Bila perlu, Anda juga dapat melengkapi kebutuhan zat besi sehari-hari dengan suplementasi zat besi dan vitamin, seperti Sangobion Fizz.

Sangobion Fizz adalah suplementasi zat besi, multivitamin (dilengkapi Vit C dan berbagai Vit B), dan mineral (zinc & folic acid). Suplementasi ini dapat membantu pembentukan sel darah merah karena anemia kekurangan zat besi dan juga menjaga kesehatan tubuh.

Sangobion Fizz hadir dalam sediaan tablet effervescent dan rasa cranberry yang segar! Cocok untuk anda yang mencari suplementasi zat besi dalam rasa yang enak. Cukup konsumsi 1 tablet per hari dengan melarutkan ke air dingin 200 ml.

Hati-hati berkendara!

 

 

(Adv)