Cantiknya Para Napi Dalam Sebuah Kontes Kecantikan

Fimela30 Sep 2013, 15:00 WIB
(c) merdeka.com

Ladies, Miss World baru saja berakhir dengan terpilihnya Megan Young sebagai pemenang. Ternyata banyak sekali kontes kecantikan yang ada di dunia ini lho. Salah satunya di negara Kolombia. Negara ini terletak di Amerika Selatan dan terkenal dengan wanita-wanita cantiknya. Kolumbia mempunyai tradisi unik yaitu negara ini punya banyak sekali jenis kontes kecantikan yang diadakan di setiap provinsinya.

Cantiknya para napi dalam kontes kecantikan ini | (c) merdeka.com

Sebuah Lembaga Pemasyarakatan di Kolombia yang bernama El Buen Pastor tidak mau ketinggalan dan ikut membuat sebuah kontes kecantikan yang bernama Miss Sympathy 2013. Kegiatan ini sudah digelar setiap tahun dan dilakukan untuk memperingati sebuah festival yang bernama Our Lady of Mercy. Karena diadakan di Lembaga Pemasyarakatan, maka yang menjadi kontestan adalah para narapidana yang ada di sana ladies. Wah, seru ya.

Ada enam kontestan yang bersaing mewakili bloknya masing-masing. Mereka berdandan cantik dengan mengenakan gaun-gaun yang indah. Sebuah panggung minimalis yang apik tertata di lapangan untuk menampilkan para kontestan. Pesona para kontestan ini mendapatkan sambutan meriah dari para narapidana yang menonton. Setelah melalui tahapan layaknya kontes kecantikan lain, terpilihlah Tatiana Noguera  sebagai Miss Sympathy 2013. Dengan senyum bahagia, dia menerima mahkota dan buket bunga cantik setelah dinobatkan menjadi Miss Sympathy 2013.

Tatiana Noguera sang Miss Sympathy 2013 | (c) merdeka.com

Acara ini disambut oleh semua narapidana di sana dengan antusias dan kebahagiaan. Sejenak mereka bisa berbahagia dan melupakan bahwa mereka adalah seorang tahanan yang sedang dihukum. Para penjaga juga tidak lengah dan tetap waspada dalam mengamankan acara ini sehingga acara berlangsung dengan tertib dan terkendali. Walaupun mereka seorang narapidana, namun tetap saja mereka adalah seorang wanita yang cantik. Entah apa yang membuat mereka masuk ke lembaga pemasyarakatan ini namun mereka dengan berani mau menerima konsekuensinya.

 

(vem/sir)