FIMELA dan Tagar Hear Me Too Sebagai Kepedulian Terhadap Sesama Perempuan

Ayu Kinanti26 Nov 2018, 12:27 WIB
Hear Me Too

Fimela.com, Jakarta Tanggal 25 November sampai 10 Desember, seluruh dunia merayakan 16 Hari Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan. Gerakan ini terus digaungkan karena kekerasan dan kasus pelecehan terhadap perempuan, hingga kini masih seperti gunung es, yang terungkap hanya bagian kecil saja.

Tak usahlah susah-susah mencari kasus-kasus tertentu, coba saja kalian perhatikan, di jalan, di tempat umum, di kendaraan umum, setiap hari terjadi pelecehan. Pernahkah kalian mendengar perempuan di catcalling? Siulan dan sapaan melecehkan yang dibalut dengan kata-kata pujian itu sangat umum terjadi di jalan-jalan.

Belum lagi cerita-cerita pelecehan yang kerap terjadi di kendaraan umum. Di lingkungan terdekat saya saja, setiap hari sering mendengar cerita pelecehan baik dilakukan oleh sesama penumpang, atau supir kendaraan atau taksi online.

Ironisnya, kasus-kasus ini dianggap biasa oleh sebagian besar orang. Karena dianggap pelecehan ringan, seakan hal itu tak perlu dihentikan. Yang paling parah, tak sedikit juga yang malah menyalahkan korban, mulai dari busana pilihannya, hingga gaya hidup mereka.

Peduli akan hal ini, FIMELA ingin turut serta, mengambil andil untuk menyadarkan kamu para sahabat Fimela, untuk lebih sensitif dan peduli akan kasus kekerasan ini. Kami sadar, mencegah kekerasan terhadap perempuan, bukanlah hal mudah, tapi kami berharap, dengan konten-konten yang kami sajikan dalam tagar Hear Me Too, akan membuka mata para pembaca. Karena kampanye ini butuh dukungan besar, bukan hanya dari perempuan, tapi dari semua lapisan masyarakat.

Bagi kami, tak ada ruang toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap perempuan, sekecil apapun bentuknya. Dan yang pasti, tak perlu menjadi perempuan, untuk bisa mengerti apa yang dirasakan korban. Cukup buka hati, dan berempati. Cukup menjadi manusia seutuhnya saja.

Stop kekerasan pada perempuan, sekarang!