Sungguh Pahamilah, Meski Tubuhku Cacat Aku Tak Mau Dikasihani

Fimela17 Mei 2016, 14:40 WIB
Foto: copyright odditycentral.com

Di balik luka selalu ada asa. Setiap musibah pasti ada hikmahnya. Meski memang sulit untuk bisa bangkit setelah mengalami sebuah tragedi atau kejadian yang traumatis, tapi setiap manusia sesungguhnya sudah dibekali kekuatan yang luar biasa untuk tetap bertahan dan terus berjuang melanjutkan hidup.

Yue Jin, pria yang satu ini merupakan sosok yang luar biasa. Dilansir dari odditycentral.com,23 tahun lalu ia harus kehilangan kedua kakinya dan sembilan jari tangannya karena sebuah kejadian nahas. Tahun 1993 lalu, ketika sedang memotong kayu bakar di daerah pegunungan provinsi Jilin, ia terjatuh ke lembah yang dalam dan hampir tewas. Cederanya sangat parah sampai dokter harus mengambil jalan untuk mengamputasi kedua kaki dan sembilan jari tangannya.

Sejak tragedi nahas itu, hidup Yue tak lagi sama. Sebagai seorang pria yang mencari nafkah dengan kedua tangannya, kehilangan jari-jari tangan sudah seperti hukuman mati saja untuknya. Apalagi ia masih harus menghidupi putrinya seorang diri, istrinya telah meninggal dunia tiga hari setelah melahirkan.

Untuk bisa tetap menghidupi putrinya dan memenuhi kebutuhan, Yue pergi meminta-minta. Saat itu, ia meminta belas kasihan orang-orang untuk memberinya recehan dan makanan. Sementara putrinya ia titipkan di tetangganya.

Foto: copyright odditycentral.com

Namun, Yue kemudian tersadar kalau dirinya tak bisa terus-terusan meminta belas kasihan orang lain. Sebagai orang yang tadinya terbiasa bekerja dengan dua tangan sendiri, meminta-minta jelas bukan sesuatu yang ingin dilakukannya dalam hidup.

"Saat itu aku berpikir kalau aku tak bisa selamanya meminta-minta untuk bertahan hidup, aku harus menggunakan kekuatanku sendiri," ungkap Yue.

Akhirnya, Yue menggunakan uang tabungannya yang senilai 700 yuan (sekitar 1,4 juta rupiah) untuk membeli sejumlah perkakas dan mengikuti pelatihan untuk mereparasi sepeda angin. Sungguh tak terbayangkan betapa kerasnya perjuangan Yue saat itu untuk bisa mahir jadi tukang reparasi sepeda tanpa jari tangan sempurna.

Foto: copyright odditycentral.com

Kini, Yue bekerja di bengkelnya sendiri. Putrinya sudah dewasa dan menikah. Sebenarnya putrinya ingin merawat Yue sehingga Yue tak harus bekerja kerasa lagi. Tapi, Yue bersikukuh untuk tetap bekerja di bidang yang kini sudah sangat ia cintai.

Sungguh menyentuh sekali cerita hidup Yue ini, ya Ladies. Kisah hidup Yue ini pun sudah menyebar dan menginspirasi banyak orang. Di balik tragedi hidupnya tersebut, Yue membuktikan dirinya mampu bertahan dan berjuang untuk melanjutkan hidupnya lebih baik.

(vem/nda)