Bahaya yang Mengintai Ketika Suntik Kurus Sembarangan

Anisha Saktian Putri02 Des 2018, 16:00 WIB
Ilustrasi Diet

Fimela.com, Jakarta Tubuh kurus dan langsing merupakan idaman sebagian besar wanita. Sebuah survei di Amerika Serikat mengungkap bahwa 91% perempuan merasa tidak puas dengan berat tubuhnya.

Sementara itu, pengguna Google di Indonesia dua kali lebih banyak mencari informasi dengan keyword “tips kurus” dibandingkan keyword “tips kulit putih” dalam setahun terakhir. Berat badan yang dirasa tak ideal seringkali membuat perempuan tidak percaya diri. Beragam cara ditempuh untuk mendapatkan bentuk tubuh yang langsing, termasuk cara berbahaya seperti suntik kurus yang dilakukan sendiri.

Saat ini, cairan suntik kurus dapat ditemukan dengan mudah pada berbagai e-commerce. Cairan yang belum tentu terjamin keamanannya ini diperjualbelikan dengan rentang harga Rp150.000 sampai dengan Rp500.000.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari ZAP Clinic, dr. Dara Ayuningtyas, suntik kurus bisa berakibat fatal jika dilakukan tanpa pengawasan tenaga medis. “Suntik kurus harus dilakukan oleh dokter karena jaringan subkutan yang menjadi sasaran injeksi banyak mengandung pembuluh darah. Jika salah sasaran suntik, efek yang timbul adalah lebam dan nyeri,” kata dr. Dara Ayuningtyas, Head of Medical and Training ZAP Clinic.

Menyebabkan anoreksia

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Dr. Dara mengatakan dalam jangka panjang, pembuluh darah bisa pecah dan mengakibatkan gangguan pada jaringan sekitar. Pada tingkat yang paling ekstrim, mereka yang terobsesi dengan tubuh kurus dapat menderita penyakit anoreksia.

Anoreksia adalah gangguan pola makan yang ditandai dengan menurunnya berat badan karena rasa takut berlebih atas kenaikan berat badan. Penyakit ini baru saja menelan korban seorang remaja asal Cambridge, Inggris bernama Averil Hart yang meninggal pada Desember 2017 lalu.

Suntik Kurus yang aman

Salah satu metode menurunkan berat badan yang aman secara medis adalah treatment Mesolipo, yang dimiliki ZAP Clinic. Pada metode ini, dokter akan menyuntikkan cairan obat yang telah tersertifikasi BPOM untuk menghancurkan jaringan lemak berlebih di area lengan atas, perut atau paha atas.

“Metode ini pasti aman karena cairan yang digunakan telah tersertifikasi oleh BPOM dan juga berstandar internasional. Treatment juga ditangani oleh dokter yang telah terlatih,” kata dr Dara Ayuningtyas. Selain itu, jarum suntik yang digunakan dalam keadaan steril agar tidak mengakibatkan infeksi atau nekrosis jaringan. Terdapat sejumlah prosedur dalam perawatan ini, yaitu:

Sesi konsultasi pasien dengan dokter untuk melihat kemungkinan kontraindikasi. Mereka yang memiliki penyakit HIV atau hepatitis menular belum dapat melakukan treatment ini. Pasien akan diukur tekanan darahnya.Dokter mencermati apakah area yang akan ditindak bebas dari iritasi atau benjolan.

Pengukuran lingkar lengan atas, perut, atau paha atas yang akan menjadi patokan untuk mengetahui efektivitas treatment. Dokter menandai area dan titik-titik yang akan diinjeksi.Membersihkan area yang akan ditindak dengan alkohol. Melakukan injeksi dengan jarum berukuran kecil ke beberapa titik sasaran.

Untuk mendapat hasil yang signifikan, lakukan perawatan ini selama satu bulan atau empat kali suntik. Jika masih ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal, treatment dapat dilakukan full selama tiga bulan. Dalam satu kali treatment, lingkar area dapat menyusut antara 1-4 cm. Cairan lemak yang hancur akan dikeluarkan melalui air seni atau keringat.

Lanjutkan Membaca ↓