Kaleidoskop Februari 2018: Pak Bondan 'Maknyus' Dalam Kenangan

Ayu Puji Lestari11 Des 2018, 17:35 WIB
Diperbarui 11 Des 2018, 17:35 WIB
Kaleidoskop - Februari

Fimela.com, Jakarta Tahun 2018 segera berakhir, tidak salah jika kita mengingat kembali peristiwa yang terjadi di tahun lalu. Menjelang akhir tahun 2017, tepatnya tanggal 29 November 2017 Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya. Pria yang dikenal dengan acara TV kuliner yang dibawakan dengan tagline 'maknyus' ini meninggal di usia 67 tahun.

Pria kelahiran 20 April 1950 ini memang mulai dikenal sejak menjadi presenter kuliner yang mengajak pemirsa berkeliling Indonesia hingga luar negeri untuk mencicipi berbagai macam sajian khas di tiap daerah. Tagline 'pokok'e maknyus' melekat sangat erat pada sosok ini dan semakin melambungkan namanya.

Perjalanan Sakit Pak Bondan 'Maknyus' Winarno

Pak Bondan meninggal karena mengalami Aortic Aneurysm. Pak Bondan mengungkapkan bahwa beliau mulau merasakan gejala aneh pada tubuhnya di tahun 2005. Pak Bondan pun segera berkonsultasi dengan dokter secepatnya. Beliau divonis tidak menderita sakit jantung. Di tahun 2015 ditemukan penggembungan pada aorta beliau. Setiap tahun aorta ini perlu diawasi apakah membesar dan diperlukan operasi.

Di tahun 2017, ditemukan masalah lain. Katup aorta beliau bocor. Pak Bondan pun diminta untuk segera periksa agar cepat mendapat penanganan. Pada 27 September 2017 lalu beliau pun menjalani 2 operasi sekaligus yakni penggantian katup aorta dan penggantian aorta yang mengalami dilatasi.

Operasi tersebut berhasil, namun beliau harus mengalami komplikasi. Pak Bondan bebas dari pendarahan namun mengalami komplikasi aritmia. Pak Bondan pun harus menjalani perawatan lain.

Mengenal Aortic Aneurysm yang Diderita Pak Bondan

Bondan Winarno
Mengingat kembali kenangan bersama Pak Bondan Winarno/Copyright KapanLagi

Aortic Aneurysm adalah melemahnya dan membengkaknya area pada aorta, pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke seluruh tubuh. Aorta adalah saluran yang terbentang dari jantung ke tubuh melalui bagian tengah dada dan area perut. Karena aorta adalah penyuplai darah utama, pecahnya aortic aneurysm dapat menyebabkan pendarahan yang dapat mengancam jiwa penderitanya.

Dikutip dari laman webMD Aortic Aneurysm dapat terbentuk di bagian manapun dari aorta, tapi paling sering terjadi di area perut (aneurisma aorta abdomen). Aortic Aneurysm juga bisa terjadi di bagian atas tubuh (thoraks aortic aneurysm) Aneurisma aorta toraks juga dikenal sebagai aneurisma aorta menaik atau turun.

Dinding aorta biasanya sangat elastis. Ini bisa meregang dan kemudian menyusut kembali sesuai kebutuhan untuk beradaptasi dengan aliran darah. Tapi beberapa masalah medis, seperti tekanan darah tinggi dan aterosklerosis (pengerasan arteri), melemahkan dinding arteri. Seiring dengan keausan yang terjadi secara alami dengan penuaan, bisa mengakibatkan dinding aorta yang lemah yang menonjol ke luar.

Perjalan Karir Pak Bondan Winarno

Pak Bondan memulai karirnya sebagai seorang jurnalis tepatnya Piminan Redaksi Majalah Swa, sebuah majalah ekonomi, di tahun 1985. Sadar karena dunia jurnalis tidak dapat memenuhi kebutuhannya, dan untuk memenuhi keinginan Gwen, anaknya yang ingin sekolah di Amerika Pak Bondan memutuskan untuk berbisnis. Dengan bantuan Sutrisno Bachir, ia berkesempatan untuk mengepalai cabang perusahaan seafood yang berlokasi di Amerika.

Dunia bisnis ternyata tidak cocok dengan Pak Bondan. Ia kembali ke Indonesia dan kembali menggeluti dunia jurnalis. Dengan alasan keseimbangan hidup, Bondan resmi pensiun setelah kontraknya sebagai Pimred Suara Pembangunan habis setelah 3 tahun.

Tahun 2000 adalah awal Pak Bondan berkenalan lebih dekat dengan dunia kuliner. Ia banyak membuat banyak tulisan tentang kuliner. Tahun 2005, Pak ondan Digaet oleh PT Unilever, Bondan melahirkan program Bango Cita Rata Nusantara dengan visi berusaha mempopulerkan pusaka kuliner Indonesia. Komentar 'mak nyus' mulai menjadi ciri khasnya.

Tahun 2005, Pak Bondan digaet oleh Trans TV untuk menjadi pembawa acara program Wisata Kuliner. Sejak saat itu Ia aktif dalam kegiatan dunia kuliner. Bahkan sebelum menghembuskan nafas terakhir di bulan November 2017, Pak Bondan berencana untuk menghadiri Ubud Food Festival sebagai pembicara di bulan April 2018.

Selamat jalan Pak Bondan, Rest in Peace semoga engkau tenang di sisi-Nya.

Lanjutkan Membaca ↓