Hanya Dipandu Audio GPS, Seorang Pria Buta Berjalan Melewati Gurun Garam

Fimela19 Jul 2018, 13:54 WIB
copyright pexels.com/Hien Tran

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jadinya jika kamu berada di gurun yang gersang dan terluas di dunia? Apalagi jika gurun ini merupakan gurun garam? Sebagian besar dari kita mungkin tak bisa membayangkan hal ini. Meski kita terlahir sempurna tanpa cacat sedikit pun, malas sekali rasanya untuk berjalan sendirian di tengah gurun.

Namun pengalaman seperti ini tidak membuat seorang pria bernama Albar Tessier malas melakukannya. Melansir dari laman odditycentral.com, Albar yang merupakan seorang penyandang tunanetra atau mengalami buta bersikeras mencoba untuk menaklukkan tantangan untuk melewati Salar de Uyuni atau gurun garam terluas di dunia seorang diri.

Dengan melakukan tantangan ini, Albar ingin menunjukkan pada dunia bahwa orang-orang dengan keterbatasan seperti dirinya juga bisa melakukan hal-hal luar biasa. Untuk menaklukkan Salar de Uyuni, pria yang berprofesi sebagai guru untuk penderita tunanetra ini telah melakukan serangkaian latihan selama beberapa tahun terakhir.

Gurun garam terluas di dunia/copyright odditycentral.com

Albar juga telah melakukan persiapan yang cukup matang dan dikawal sekelompok tim yang siap memantaunya kapan saja. Tapi, Albar meminta timnya untuk terus jaga jarak dengannya dan hanya akan menolongnya ketika keadaan benar-benar darurat.

Selamat melewati gurun garam terluas, Albar membawa perbekalan mulai dari air minum dan makanan. Ia juga membawa gadget yang terhubung dengan internet sehingga membuatnya mengetahui panduan perjalanan melalui audio GPS.

Perjalanan Albar sendiri dimulai pada tanggal 17 Juli 2018 dan rencananya berakhir pada tanggal 23 Juli 2018. Pria berusia 29 tahun ini berharap dirinya bisa melakukan perjalanan sejauh 20 km setiap harinya. Albar berangkat dari desa Llica dan berjalan sejauh 140 km ke desa Cochani. Di gurun ini, suhu yang ada berfluktuasi antara -3 sampai 20 derajat celcius. Kawasan ini menjadi salah kawasan wisata penting di Bolivia.

Kalau kamu nih ladies, berani nggak melakukan perjalanan seperti Albar ini juga?




(vem/mim)