Ketika Dia Tak Mau Menerima Masa Lalumu, Harus Bagaimana?

Endah Wijayanti15 Des 2018, 09:00 WIB
masa lalu

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya masa lalunya masing-masing. Ada kenangan baik dan kenangan buruk yang dimiliki setiap orang. Saat menjalin sebuah hubungan dengan seseorang pun, mau tidak mau kita harus menerimanya "satu paket" dengan semua masa lalu yang dimilikinya.

Tapi bagaimana bila pria yang kita cintai tidak bisa menerima masa lalu kita? Kondisi kadang bikin kita merasa dilema. Bingung harus bersikap atau mengambil pilihan yang seperti apa.

Masa Lalu Akan Selalu Jadi Bagian dari Diri Kita

Saat kita menerima seseorang, kita harus siap menerima masa lalunya. Sekalipun ada hal atau kenangan buruk yang pernah terjadi di masa lalunya, tapi bisa tetap bersedia menerimanya sebab masa lalu itu sudah jadi bagian dari hidupnya. Begitu pula dengan masa lalu yang kita punya. Masa lalu itu akan jadi bagian dari diri kita. Ada pelajaran dan pengalaman yang pada akhirnya bisa mendewasakan kita.

Kalau dia tak bisa menerima masa lalu kita, bisa dibilang dia tak bisa menerima diri kita yang sesungguhnya. Dia menampik kenyataan kalau keberadaan diri kita saat ini dipengaruhi oleh masa lalu yang kita punya dahulu. Selain itu, dia juga bukan orang yang paling sempurna. Pasti ada kepingan dari masa lalunya yang juga pernah jadi sisi gelap di hidupnya.

Lepaskan dan Ikhlaskan Kalau Tak Ada Kebahagiaan yang Tercipta

Jika makin lama hati makin tersiksa, mungkin keputusan yang paling tepat adalah melepaskan dan mengikhlaskannya. Kita tak bisa menggadaikan masa depan kepada seseorang yang tak bisa menerima masa lalu kita. Bayangkan saja ketika kita seharusnya fokus berjalan ke depan tapi malah terlalu sering menengok ke belakang, bisa-bisa kita akan berulang kali terjatuh dalam perjalanannya.

Menerima seorang individu harus siap menerima semua kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Terlebih bila ada rencana untuk membangun pernikahan atau hubungan jangka panjang, tak bisa rasanya jika masa lalu kita selalu dipermasalahkan ketika yang seharusnya dilakukan adalah fokus berjalan bersama-sama ke depan.