Sejarah Madu Mongso, Camilan Manis dari Ketan Hitam khas Jawa

Febi Anindya Kirana14 Jan 2019, 18:07 WIB
madu mongso

Fimela.com, Jakarta Jika menyebutkan satu per satu jajanan tradisional khas Jawa, ada banyak yang bisa disebutkan, salah satunya yang tak boleh dilupakan adalah madu mongso, atau bisa disambung menjadi madumongso. Madumongso biasa dibuat ketika ada acara-acara perayaan seperti pernikahan, hari raya dan lain sebagainya.

Dilansir dari Wikipedia, madu mongso adalah kudapan manis yang terbuat dari ketan hitam yang telah difermentasi kemudian dimasak dengan gula. Makanan khas Jawa ini dimasak dengan waktu lama hingga menjadi dodol atau jenang.

Sebagai ciri khas yang membedakan dengan makanan tradisional lainnya, madu mongso biasanya dibungkus dengan plastik dan kertas warna-warni. Dilansir dari Kompasiana, madu mongso berasal dari kata "madu" dan "mongso" dengan pengertian "madu" adalah cairan manis dari tumbuhan dan "mongso" yang berarti makanan. Mongso juga bisa berasal dari akta "rumongso" yang berarti dipikir atau dikira, sehingga bisa dimaksudkan madu mongso adalah makanan yang dikira mirip manisnya dengan madu. 

Bisa disimpulkan bahwa madumongso adalah makanan semanis madu yang siap makan. Madumongso diperkirakan sudah ada sejak zaman kerajaan Mataram Kuno. Madumongso dan jenang adalah makanan istimewa yang hanya dinikmati para raja zaman karena pada saat itu ketan masih mahal dan sulit didapat.

Pada perkembangannya, madumongso bisa dinikmati masyarakat umum dan menjadi jajanan tradisional yang selalu ada di setiap perayaan. Meski mungkin tidak sepopuler kue-kue masa kini, namun sebaiknya juga tidak melupakan salah stau warisan kuliner nusantara ini ya.