Filosofi Jeruk sebagai Makanan khas Imlek, Kesuksesan dan Kemakmuran

Febi Anindya Kirana19 Jan 2019, 19:15 WIB
jeruk

Fimela.com, Jakarta Jeruk adalah buah yang mudah ditemui di pasaran dan harganya cukup terjangkau. Buah jeruk dijadikan buah tangan untuk berbagai kesempataan dan menjadi buah umum dinikmati banyak kalangan.

Namun ternyata jeruk memiliki makna penting dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Dilansir dari China Highlights, jeruk memiliki makna filosofis pembawa kemakmuran dan harta melimpah. Karena jeruk memiliki warna orange yang mirip emas dengan bentuk bulat yang berarti penuh, sangat disukai orang Tiongkok karena diangap membawa keberuntungan.

Bahkan pengucapan kata jeruk dalam Bahasa Mandarin adalah chéng, terdengar seakan mengucapkan kata 'sukses', dan karakter China dari 'beruntung', sehingga bisa dipahami jika jeuk juga dianggap buah yang mampu membawa kesuksesan dalam hidup.

Dengan segala makna baik yang dibawa buah jeruk, sudah bukan hal baru lagi jika setiap rumah keturunan Tinghoa yang merayakan Imlek selalu menyajikan jeruk di dalam rumahnya.

Ada banyak jenis jeruk yang bisa disajikan, mulai dari jeruk keprok, lemon jeruk mandarin, kino dan lain sebagainya. Kesemua jeruk yang memiliki warna cerah dan menyerupai warna emas menjadi pilihan utama dan harus ada saat Imlek.

Jadi, itu dia makna filosofis mengapa jeruk menjadi makanan khas Imlek yang harus selalu ada saat perayaan datang.