Eksis Selama 91 Tahun, Intip Sejarah Gelaran Bergengsi Oscar

Annissa Wulan25 Feb 2019, 12:04 WIB
Oscar

Fimela.com, Jakarta Oscar memasuki usianya yang ke 91, tahun ini diselenggarakan di Dolby Theatre, Los Angeles, California. Sampai di acara penghargaan yang ke 90 tahun, sudah ada 3.072 orang yang menerima piala Oscar.

The Academy Awards atau lebih dikenal sebagai Oscar adalah acara penghargaan yang diberikan kepada orang-orang yang bekerja di industri film. Semua pemenang kategori akan diberikan salinan piala emas yang secara resmi bernama Academy Award of Merit, walaupun saat ini lebih sering dijuluki Oscar.

Patung piala emas Oscar ini awalnya dipahat oleh George Stanley dari sketsa yang didesain oleh Cedric Gibbons. Menurut beberapa sumber, Oscar pertama kali diadakan pada 16 Mei 1929 di sebuah acara makan malam pribadi di Hollywood Roosevelt Hotel dengan tamu undangan sekitar 270 orang.

Saat itu, ada 15 patung yang diberikan untuk menghormati para seniman, sutradara, dan peserta lain yang terlibat dalam industri film selama periode tahun 1927 sampai 1928. Acara penghargaan Oscar yang pertama berlangsung selama 15 menit.

Acara penghargaan Oscar yang pertama kali disiarkan melalui radio pada tahun 1930, kemudian televisi pada tahun 1953. Oscar merupakan acara penghargaan tertua di dunia, diikuti oleh Emmy Awards untuk televisi, Tony Awards untuk teater, dan Grammy Awards untuk musik.

Sampai dengan tahun 1930, para pemenang Oscar diumumkan ke media dalam waktu 3 bulan sebelumnya. Namun, selama sisa dekade pertama, nama-nama pemenang diberikan ke surat kabar untuk dipublikasikan di jam 11 malam pada malam penghargaan.

Metode tersebut digunakan sampai Los Angeles Times mengumumkan nama pemenang sebelum acara dimulai, membuat Oscar di tahun 1941 mulai menggunakan amplop tertutup untuk menyimpan nama-nama pemenangnya. Secara tradisional, Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik di tahun sebelumnya akan membacakan nominasi pemenang Oscar untuk Aktris Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik, dan sebaliknya.

 

Serba serbi tentang patung Oscar

Oscar
Oscar. Sumber foto: Akun Instagram @theoscarsworld.

Patung Oscar sendiri terbuat dari perunggu berlapis emas dengan tinggi 34,3 cm dan berat 3,8 kg, menggambarkan seorang ksatria yang dalam gaya art deco memegang pedang tentara salin, dan berdiri di atas gulungan film dengan 5 jari. Kelima jari tersebut mewakili cabang asli Oscar, yaitu Aktor, Penulis, Director, Produser, dan Teknisi.

Dalam beberapa tahun berikutnya Oscar berlangsung, perunggu mulai ditinggalkan, digantikan dengan logam Britannia, timah yang dilapisi tembaga, perak nikel, dan akhirnya emas 24 karat. Saat ini, butuh waktu sekitar 3 bulan untuk menghasilkan 50 patung Oscar.

Asal usul nama Oscar sendiri masih diperdebatkan. Bette Davis yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Oscar mengklaim bahwa nama tersebut terinspirasi dari nama suami pertamanya, Harmon Oscar Nelson.

Sedangkan sumber lainnya diklaim oleh Margaret Herrick, Sekretaris Eksekutif Oscar yang begitu melihat patung Oscar pertama kali pada tahun 1931, mengaku bahwa dirinya langsung teringat pada sang paman yang memiliki nama Oscar Pierce dan sering dipanggil Paman Oscar.

Untuk mencegah bocornya informasi nama para pemenang, patung Oscar selalu dihadirkan dengan plat nama yang kosong. Sampai di tahun 2010, para pemenang harus menunggu beberapa minggu untuk mendapatkan nama mereka terpahat pada patung Oscar.

Sejak tahun 1920, patung-patung Oscar memiliki beban hukum, yaitu para pemenang dan ahli warisnya tidak boleh menjual patung-patung yang didapatkan tanpa lebih dulu menawarkannya untuk dijual kepada akademi dengan harga 1 Dolar AS. Jika para pemenang menolak menyetujui ketentuan ini, maka akademi akan menyimpan patungnya.

Di tahun 1992, Harold Russell menjual patung Oscar yang didapatkannya di tahun 1946 untuk Aktor Pendukung Terbaik. Harold Russell menjual patungnya kepada seorang kolektor pribadi dengan harga 60.500 Dolar AS dan ia menjadi satu-satunya aktor pemenang Oscar yang pernah menjual patung Oscar dan karena dirinya menerima penghargaan sebelum tahun 1950, maka ia tidak diharuskan untuk menjual patungnya terlebih dahulu kepada akademi.

Lanjutkan Membaca ↓