Didikan Kerja Keras Sejak Kecil Membuahkan Hasil yang Manis

Endah Wijayanti26 Feb 2019, 13:20 WIB
Diperbarui 26 Feb 2019, 13:20 WIB
ISTJ

Fimela.com, Jakarta Nasihat orangtua atau tradisi dalam keluarga bisa membentuk pribadi kita saat ini. Perubahan besar dalam hidup bisa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai dan budaya yang ada di dalam keluarga. Kesuksesan yang diraih saat ini pun bisa terwujud karena pelajaran penting yang ditanamkan sejak kecil. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Culture Matters: Budayamu Membentuk Pribadimu ini.

***

Oleh: Diana - Tangerang

Ketekunan menaklukkan segalanya dan mengantarkanmu kepada keberhasilan.

Sejak kecil aku merasa bahwa orangtuaku tidak terlalu menyayangiku, mereka tidak memperlakukan aku seperti orangtua temanku yang lain. Pukul 06.00 harus bangun dan membereskan rumah, membantu ayah untuk jaga toko di saat pulang sekolah, dan mengerjakan tugas sekolah di toko. Bahkan harus terlihat tegar saat teman mampir ke toko untuk mengerjakan tugas bersamaku. Kondisi perekonomian membuatku merasa bahwa masa kecilku tidak terlalu diberikan kenikmatan. Tapi tidak hanya aku yang merasakan, keenam kakakku pun merasakannya. Saat itulah aku merasa semakin berbeda dengan yang lain.

Seiring bertambahnya usia, waktu bermain sama sekali tidak ada, aku terkadang iri dengan temanku yang sudah bisa bermain di Mall, nonton bioskop dan berenang, sedangkan aku harus menjaga toko sesudah pulang sekolah, jangan kan uang untuk hal-hal tersebut, uang jajan saja bisa kudapatkan, jika aku menjaga toko terlebih dahulu. Namun pada suatu hari, akhirnya aku berbincang dengan kakakku yang menemaniku menjaga toko, saat itu beliau mengungkapkan bahwa ia bersyukur diberi didikan ini oleh orangtua kami, sikap ini membuat ku semakin bertanya apa maksud dari pernyataannya dan dari situlah aku belajar mengerti akan kondisi sebuah keluarga.

 

 

 

 

INTP
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/anika huizinga

Didikan Ayah dan Ibu membuat kami mengerti akan sebuah kerja keras sedini mungkin, kami belajar untuk prihatin akan kondisi keluarga, agar kelak dewasa bisa menjadi anak yang peduli dan tidak kaget jika dalam kondisi yang susah. Didikan ayah dan Ibu mengajarkan kami untuk menjadi anak yang jujur, hal itu terlihat saat kami diberi kepercayaan untuk menjaga toko, ayah selalu mengetahui berapa pemasukan dari penjualan setiap harinya, dari situ ayah akan menguji kejujuran dari setiap kami.

Didikan ayah dan Ibu membuat kami mengerti, jika kami ingin tetap bersekolah, maka kami juga harus berjuang untuk mencapainya, hal itu terlihat saat mereka memberikan kami tanggung jawab untuk menjaga toko namun tetap bertanggung jawab dalam pendidikan kami, sehingga mereka selalu mengizinkan kami untuk mengerjakan tugas saat menjaga toko, tidak ada alasan baginya untuk kami tidak mengerjakan tugas. Didikan ayah dan ibu membuat kami mengerti arti sebuah ketekunan, jika kami tekun mengejar setiap mimpi kami, Tuhan akan memberikan setiap jalan untuk mencapainya.

Ketekunan ayah dan Ibu yang membuatnya berhasil menjadikan ke enam kakaku menjadi seorang sarjana muda, dengan berbagai pekerjaan di bidang pendidikan, kesehatan dan keuangan. Dan aku yang saat ini sudah berusia 23 tahun pun akan mendapatkan gelar itu. Aku yang dahulu malu dan iri dengan kehidupan teman-temanku kini sudah tidak lagi seperti itu.

Aku bersyukur berkat didikan Ayah dan ibu, membuatku menjadi anak yang tangguh dan mandiri. Aku tidak bisa membayangkan jika dahulu ayah memperlakukanku dengan manja, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini. Seorang perempuan yang penuh dengan kemandirian dan ambisi untuk kelak bisa membanggakan dan memperkenalkan mereka ke hadapan dunia betapa hebat dan tangguhnya kedua orangtuaku.