Orangtua Bercerai Bukan Alasan untuk Takut Menikah dan Jatuh Cinta

Mimi Rohmitriasih25 Mar 2019, 13:34 WIB
Galau

Fimela.com, Jakarta Pernikahan merupakan momen yang diharapkan menjadi momen sekali seumur hidup. Mengenai pernikahan dan cinta, setiap orang pasti ingin jika pernikahannya langgeng hingga akhir hayat dan bahagia selamanya. Namun sayangnya, karena masalah tertentu tidak sedikit pernikahan yang akhirnya berakhir di tengah jalan atau mengalami perceraian.

Perceraian sendiri bisa menimbulkan rasa sakit hati mendalam bagi pasangan yang melakukannya. Juga menimbulkan sakit hati hingga trauma ke anak-anak kedua pasangan.

Melansir dari laman yourtango.com, Tammy Nelson, PhD, seorang penulis buku berjudul The New Monogamy: Redefining Your Relationship After Infedility menjelaskan jika perceraian orangtua bisa menimbulkan trauma ke anak. Perceraian juga bisa membuat anak tidak percaya adanya cinta hingga takut menikah saat ia dewasa.

2 of 3

Korban Perceraian Tidak Percaya Pernikahan

Para ahli menemukan jika beberapa korban perceraian mengalami penurunan rasa percaya terhadap pernikahan. Beberapa bahkan menilai jika pernikahan yang diselimuti cinta dan rasa percaya juga kejujuran di dalamnya tak pernah ada. Beberapa korban perceraian akan mengalami krisis kepercayaan terhadap cinta yang indah, mengesankan dan sejati.

Saat orangtua yang bercerai saling bermusuhan dan menyimpan dendam antara satu dengan yang lain, ini bisa menyebabkan trauma tersendiri di hati anak. Namun, jika orangtua yang bercerai tetap bisa rukun, saling menghargai, menguatkan dan menghormati satu sama lain, ini masih akan membuat anak memiliki kepercayaan penuh terhadap pernikahan.

3 of 3

Korban Perceraian Tak Perlu Takut Menikah dan Jatuh Cinta

Galau
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Cinta dan pernikahan adalah perkara yang tak bisa ditebak begitu saja bagaimana jalan ceritanya. Ada banyak orang yang bisa menciptakan cinta dan pernikahan terindahnya. Meski tak sedikit orang yang mengalami kegagalan, sakit hati dan kecewa mendalam karenanya.

Mengenai pernikahan dan jatuh cinta, kita tak perlu cemas serta khawatir berlebihan karenanya. Kita juga tak perlu merasa trauma dan takut menikah apalagi jatuh cinta karena mendapati orangtua pernah bercerai di masa lalu. Dalam menjalin hubungan asmara dan pernikahan, adanya masalah adalah hal yang wajar. Tugas kita yakni menyelesaikan masalah tersebut dengan baik dan tetap tenang. Jangan sampai karena kita yang emosi dan egois, masalah yang semula hanya sepele menjadi masalah besar hingga meningkatkan risiko perpisahan atau perceraian.

Saat memutuskan menikah atau pun jatuh cinta, jangan hanya belajar dari pengalaman kisah cinta orangtua yang pernah gagal. Belajarlah juga dari kisah cinta pasangan lain yang lebih bahagia, mengesankan dan langgeng selamanya.

Lanjutkan Membaca ↓