Cegukan Terus Menurus Seperti Sandiaga Uno? Waspada Bisa Idap Penyakit Parah Ini

Anisha Saktian Putri18 Apr 2019, 14:00 WIB
Ilustrasi/pixabay

Fimela.com, Jakarta Calon Wakil Presiden nomer urut 02 Sandiaga Uno, dikabarkan sedang sakit, ia mengalami cegukan ngga putus-putus. Nah, ternyata ada berbagai penyebab cegukan.

Cegukan atau singultus ialah keluarnya suara khas seperti ‘hik’ akibat menutupnya pita suara secara tiba-tiba yang dipicu oleh konstraksi pada diafragma. Diafragma adalah membran otot pemisah rongga dada dan perut yang memiliki peran penting di dalam sistem pernapasan.

Nah, berikut beberapa penyebab cegukan dilansir dari liputan6.com. Minumana bersoda, minuman panas, minum beralkohol, makan pedas, rokok, perut kembung, perubahan suhu yang terjadi tiba-tiba, makan terlalu banyak dan makan terlalu cepat merupakan penyebab cegukan.

Namun, jika cegukan secara terus menurus sahabat Fimela harus berhati-hati, sebab menurut Jurnal US National Institutes of Health National Library of Medicine cegukan bertanda ada yang salah dengan tubuhmu. Berikut ulasannya:

1. Kerusakan pembuluh darah otak

Penyebab cegukan terus menerus yang pertama bisa karena kerusakan pembuluh darah pada otak. Iskemia otak atau stroke tidak jarang ditemukan di antara individu dengan cegukan berkepanjangan. Selain itu, cegukan berkepanjangan juga dapat terjadi pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik (SLE). Secara singkat, kamu harus mempertimbangkan kemungkinan iskemia otak atau stroke pada orang (terutama orang tua) yang mengalami cegukan berkepanjangan untuk menghindari keterlambatan penanganan.

2. Radang, cedera, dan tumor sistem saraf pusat

Kenali Cara Menghentikan Cegukan
Kenali Cara Menghentikan Cegukan

Penyebab cegukan terus menerus selanjutnya karena mengalami radang, cedera dan tumor pada sistem saraf. Tumor otak dilaporkan dapat memicu cegukan berkelanjutan, termasuk astrositoma (kanker otak), cavernoma (kelainan sistem saraf pusat), tumor batang otak, dll. Oleh karena itu, cegukan ini biasanya menghilang setelah operasi lesi batang otak. Pembengkakan pembuluh arteri cerebellar (yang terdapat pada otak kecil) dan cedera otak juga dapat menyebabkan cegukan.

Terlepas dari gejala batang otak lain seperti mual dan muntah, neuromyelitis optica juga dapat menyebabkan cegukan berkepanjangan, karena penyakit ini merupakan penyakit peradangan yang melibatkan saraf optik dan sumsum tulang belakang.

3. Lesi (gangguan jaringan) sepanjang jalur saraf perifer

Penyebab cegukan terus menerus selanjutnya karena gangguan jaringan. Seorang pasien dengan sarkoidosis kelenjar getah bening mediastinum, biasanya memiliki cegukan berkelanjutan. Infiltrasi tumor pada diafragma dianggap sebagai penyebab dari cegukan keras. Cegukan telah menjadi gejala yang tidak diketahui dari kanker tenggorokan, namun sebanyak 27% pasien dengan kanker tenggorokan memiliki cegukan berkepanjangan lebih dari 48 jam. Cegukan juga dapat menjadi tanda gastric volvulus yang mungkin disebabkan oleh iritasi diafragma dari perut buncit.

4. Gangguan saluran pencernaan dan perut

Penyebab cegukan terus menerus yang tak disadari karena gangguan saluran pencernaan dan perut. Penyakit asam lambung (Gastroesophageal Reflux Disease – GERD) umumnya terkait dengan bersendawa. Terlepas dari gejala refluks utama yaitu regurgitasi asam, nyeri ulu ati, globus, disfagia (kesulitan menelan), suara serak, dan sebagainya, cegukan juga tidak jarang ditemui pada penderita GERD. Beberapa kasus menunjukkan bahwa 7,9% pria dan 10% wanita pasien GERD mengalami cegukan berkepanjangan.

5. Anestesi dan pasca operasi

Penyebab cegukan terus menerus selanjutnya karena anestesi dan pasca operasi. Cegukan pasca operasi dilaporkan terjadi pada individu yang menerima operasi Whipple dan kolektomi. Di sisi lain, menggunakan obat anestesi pada operasi juga dapat menyebabkan cegukan pada pasien. Bahkan anestesi epidural akan menyebabkan cegukan berkepanjangan.

6. Kanker

Penyebab cegukan terus menerus ternyata bisa juga karena kanker. Cegukan serius tidak jarang terjadi pada pasien kanker. Di Italia, laporan menunjukkan bahwa 3,9% pasien rawat inap dan 4,5% pasien lawat jalan memiliki cegukan kronis yang parah. Di antara beberapa pasien kanker, cegukan juga disebabkan oleh kemoterapi. Analisis retrospektif menunjukkan bahwa cegukan terjadi pada 0,39% pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Cisplatin (obat anti-kanker pada kemoterapi) sering menjadi agen penyebab cegukan.

Secara klinis, cegukan yang terjadi pada pasien yang menerima berbagai dosis cisplatin di Jepang berkisar antara 6,1%-10%. Selain itu, uji coba prospektif yang dilakukan di Taiwan menunjukkan bahwa cegukan berkepanjangan pada pasien yang menggunakan kombinasi cisplatin dan deksametason ada sebanyak 41,2% dan 97,4% di antaranya adalah laki-laki.

Lanjutkan Membaca ↓