Pengalaman Kerja di Startup, Banyak Tantangan Banyak Belajar

Endah Wijayanti24 Apr 2019, 12:58 WIB
startup

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Aulia Puspanjali - Yogyakarta

Tulisan ini akan saya mulai dari sebuah cita-cita yang pernah saya tulis di kertas kecil berwarna hijau muda, letaknya dekat dengan kaca kamar kos yang saat ini menjadi lokasi terakhir sebelum akhirnya saya berangkat kerja. Waktu itu memang belum menjadi mahasiswa tua dan bapak masih ada, belum pergi ke surga. Seperti ini bunyi tulisannya, "Cari kerja buat bayar kos. Sebelum Maret udah dapet. Amin."

Pada tanggal 25 Juli 2018 tepat di RS. Bethesda Yogyakarta bapak pergi untuk selamanya, dan belakangan baru saya sadari tepat tanggal 25 juga hanya beda bulan jadi 25 Januari 2019 adalah hari pertama saya bekerja di sebuah Startup yang basisnya memang di Sleman, Yogyakarta. Allah benar-benar Maha dari segala Maha. Kalimat yang sering saya dengar bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan itu bagi saya benar adanya.

Saat ini saya masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di salah satu universitas negeri di Yogyakarta dan Allah mengizinkan saya mendapatkan pekerjaan itu. Sudah hampir 3 bulan saya menjadi bagian dari Restoku Indonesia Head Quarter. Startup yang memang keberadaannya membantu penggiat UMKM kuliner menjalankan bisnisnya. Entah harus senang atau sedih karena keduanya itu saling mengisi, saat ini saya adalah satu-satunya karyawan perempuan di situ.

Bagi sebagian orang sudah pernah merasakan bekerja di sebuah startup pasti paham, di mana tantangan yang ada adalah berhadapan dengan teknologi super canggih yang tidak bisa diajak kompromi, tidak seperti manusia yang masih bisa diajak untuk bermusyawarah dan saling memahami. Saat terjadi masalah dan kebetulan server down membutuhkan tim yang solid untuk mengatasinya karena kalau tidak kepercayaan yang sudah ada akan berubah 180% dan bisa berdampak buruk bagi kami.

 

2 of 2

Banyak Bersyukur

startup 1
Bersyukur jadi bagian tim./Copyright Aulia Puspanjali

Bersyukurnya saya berada di antara tim yang tetap tenang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk seluruh klien. Beberapa hari menjadi sering begadang, harus tetap sabar untuk fast response pada setiap klien yang mendapati masalah dan menjaga silaturahmi dengan baik kepada klien yang selalu support keberadaan kami.

Menjadi sebuah anugerah bagi saya bisa turut serta menjadi keluarga besar Restoku.id dengan tim yang humoris, bisa saling jujur dan terbuka. Bos yang beperan seperti mentor sendiri, senior yang sudah seperti kakak bagi saya dan partner-partner baru yang sudah seperti teman lama yang sebegitu mengasyikannya.

Nama saya Aulia Puspanjali. Saya mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi yang masih sedang berada di fase sedang menyelesaikan skripsi, dan untuk tetap membantu perekonomian ibu dan adik saya. Saya bekerja di perusahaan startup yang saat ini menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi saya, karena saya yakin keberhasilan saya menjadi bagian dari tim ini adalah sebuah rezeki dari Allah yang tentunya berasal dari doa ibu dan bapak saya di surga.

Saya mengikuti kompetisi ini untuk memotivasi seluruh wanita hebat di Indonesia agar tetap kuat ketika berada di masa sulit, karena percayalah Allah itu selalu melihat segala bentuk kerja keras kita. Jadikanlah kantor tempat kita bekerja adalah sebuah tempat untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, sekecil apapun pekerjaan atau amanah dari bos. Kerjakan dan lakukan yang terbaik, dan jangan lupa untuk belajar dari setiap evaluasi yang ada karena yang mahal itu proses didalamnya bukan hanya sekadar income nya.

Dahulu pun sebelum akhirnya bisa bekerja di sebuah kantor perusahaan Startup, saya pernah menjadi penjual Kebab. Dari yang sama sekali tidak tau apa itu kebab dan bagaimana cara membuatnya. Sampai saat ini saya hafal bahan-bahan untuk membuat kebab. Pernah juga menjadi karyawan di sebuah outlet jus di salah satu mall di Yogyakarta dengan tantangan untuk mix beberapa buah, dari yang jarang beli jus sampai hafal buah apa saja yang ketika dicampur menjadi sebuah minuman menyegarkan yang bisa mengatasi atau menyembuhkan beberapa macam penyakit. Seperti contoh apel dan pir menurunkan kolesterol. Saya juga pernah bekerja di home industry mainan anak-anak, masih di Jogja juga. Dari yang dulunya kurang teliti sampai mendapatkan pembelajaran untuk teliti pada hal apapun karena jobdesk saat itu di bagian packing.

Setiap proses itu pasti ada maknanya, maka lakukanlah dengan sepenuh hati dan Tuhan akan memberikan apa yang kamu butuhkan di waktu yang tepat nanti.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita hebat di Indonesia!

 

 

Lanjutkan Membaca ↓