Menjadi Karyawan Juga Ada Nilai Plusnya, kok!

Endah Wijayanti27 Apr 2019, 09:51 WIB
menjadi karyawan

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Angki Juvita - Balikpapan

Aku Angki Juvita, tahun ini aku menginjak usia yang ke-23, saat ini aku bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Timur sebagai Pembukuan (admin). Aku adalah lulusan Diploma 1 Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit di Politeknik Citra Widya Edukasi, Bekasi tahun 2017, setelah lulus aku langsung bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Bekerja di perkebunan kelapa sawit memaksaku untuk bisa menjadi wanita yang kuat fisik dan mental, kuat untuk dapat bertahan hidup di dalam perkebunan dengan kondisi yang sangat jauh dari peradaban masyarakat, jauh dari keramaian, jauh dari gemerlap lampu sorot dan jalan beraspal. Mengabdi di kebun dengan penerangan mesin genset, sumber listrik bukan dari PLN tapi melalui mesin genset dengan bahan bakar solar. Aktivitas kantor sangat bergantung oleh kesehatan mesin genset dan asupan solarnya, kala mesin genset tak bersahabat, otomatis aktivitas di kantor mati total, dan pekerjaan akan terbengkalai, tapi beruntungnya aku memiliki bos yang baik hatinya dan tampan parasnya hehe.

 

Bekerja sebagai Karyawan

[Bintang] Tarot Hari Ini: Mau Resign? Kenapa Nggak?
Ilustrasi. (Sumber foto: unsplash.com)

Bekerja sebagai karyawan di kantor seolah menyita waktuku sebagai seorang muda, dari mulai bangun pagi jam 5 subuh, aktivitas pertama adalah mandi keramas, mengeringkan rambut, mencatok, dandan, lalu pergi ke kantor jam 6:30 WITA untuk absen. Pekerjaanku sebagai pembukuan adalah menjurnal semua biaya yang ada di estateku, menjurnal biaya panen (panen kelapa sawit), biaya perawatan (perawatan kelapa sawit) selain menjurnal aku juga membuat berita acara pembayaran kontaktor, terkadang juga merangkap sebagai personalia pengurusan karyawan masuk, karyawan keluar, pembuatan rekening karyawan.

Dari berbagai tugas itulah yang membuatku beranggapan bahwa waktu adalah kerja, kerja adalah uang, waktuku banyak kuhabiskan di kantor. Tidak ada batasan untuk bekerja, jadi tidak mematok jam pulang kerja yang seringkali melampaui batas 7 jam kerja. Pagi tak terasa berganti siang, lalu siang berganti sore, setelah sore malam, dan jam terbangnya dihabiskan di kantor tercinta. Mess adalah tempat persinggahan sementara untuk tidur dan makan.

Ada Nilai Plus Tersendiri

[Bintang] Tarot Hari Ini: Tips untuk Kamu yang Ingin Resign
Ilustrasi.

Di balik kerumitan yang kerap kali terjadi, masih ada nilai plus untukku sebagai karyawan. Aku tidak perlu lagi memikirkan untuk membayar sewa rumah, bayar air, listrik, dan transport untuk ke kantor. Itu semua sudah menjadi tanggungan perusahaan dengan menyediakan fasilitas mess, listrik dan air. Lingkungan kerja dengan rekan-rekan yang membuatku nyaman dan bertahan bekerja di perusahaan ini selain itu lokasi tempatku bekerja juga dekat dengan kediaman orang tuaku sehingga aku tak perlu lagi bingung untuk mudik dan membeli tiket pesawat hehe.

Aku percaya pada sebuah komitmen untuk sabar bertahan, karena buah dari kesabaran akan manis suatu hari nanti.

Lanjutkan Membaca ↓