Suami Tak Memiliki Pekerjaan Tetap Memicu Perceraian dalam Pernikahan

Mimi Rohmitriasih29 Jun 2019, 10:15 WIB
Perceraian

Fimela.com, Jakarta Dari hari ke hari, kasus perceraian rupanya semakin marak. Kasus perceraian dikatakan terus meningkat setiap harinya. Penyebab dari kasus perceraian ini sendiri bermacam-macam. Namun, menurut data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) Indonesia menemukan jika penyebab perceraian yang umum terjadi adalah karena beberapa masalah internal pasangan.

Tidak adanya hubungan yang sehat, krisis akhlak, ketiadaan sikap tanggung jawab dari suami, hubungan pernikahan yang kurang harmonis, adanya pihak ketiga, kawin paksa, kondisi cacat biologis, kekerasan dalam rumah tangga hingga kecemburuan sosial juga adanya sosial media semakin meningkatkan angka perceraian di Indonesia.

Melansir dari laman theasianparent.com, masalah ekonomi rupanya menjadi penyebab perceraian yang sering terjadi.

Masalah Ekonomi dan Perceraian

Perceraian
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Studi yang dilakukan para ahli di Harvard University menemukan jika kondisi ekonomi yang lemah bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika suami tidak memiliki pekerjaan tetap dan keluarga tidak memiliki pemasukan rutin setiap hari, minggu atau bulannya. Penelitian yang diterbitkan di The American Sociological Review menyatakan bahwa pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap akan lebih rentan mengalami perceraian setelah menikah.

Suami yang tidak pekerjaan tetap memiliki risiko perceraian sebesar 3,3% dari suami yang memiliki pekerjaan tetap yakni hanya sebesar 2,5%. Sebagai pihak yang mencari nafkah, suami memiliki pengaruh penting dalam kestabilan ekonomi keluarga.

Tidak sedikit perempuan yang rentan stres ketika sang suami tidak memiliki pekerjaan juga pemasukan keuangan cukup. Suami yang tidak memiliki pekerjaan tetap juga akan meningkatkan risiko sang istri ikut bekerja atau menjadi wanita karir demi menunjang kestabilan ekonomi keluarganya. Jika sudah begitu, keharmonisan dan kedekatan pasangan bisa saja berkurang dan akhirnya memengaruhi kenyamanan hubungan keduanya.

Meski begitu, setiap pasangan yang memutuskan bercerai tidak selalu disebabkan oleh keadaan ekonominya yang lemah. Beberapa pasangan dengan ekonomi baik, suami dengan pekerjaan tetap dan gaji tinggi, tidak sedikit juga yang akhirnya memutuskan bercerai.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓