Selalu Ada Drama di Setiap Proses Pernikahan

Endah Wijayanti21 Jul 2019, 11:11 WIB
drama menikah

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Ulin Natun Inayah - Wonosobo

Setiap persiapan pernikahan pasti punya drama atau kendala yang dirasakan oleh calon pengantin. Tak hanya calon pengantin saja, tapi juga kedua keluarga. Karena sejatinya pernikahan itu menyatukan dua keluarga yang berbeda. Tentu saja itu lah yang menimbulkan beberapa kendala dalam persiapan pernikahanku. Latar belakang dan budaya keluarga yang berbeda, persiapan yang memerlukan banyak waktu serta tenaga dan jerawat yang tiba-tiba muncul merupakan drama persiapan pernikahan yang kualami.

Aku menikah pada tanggal 29 Juni 2018. Diawali dengan acara pertunangan pada tahun 2016. Aku harus menikah 1 tahun setelah pertunangan karena aku harus menempuh pendidikan profesi selama 1 tahun terlebih dahulu. Setelah lulus pendidikan profesi, aku berharap bisa segera menikah. Aku lulus Desember 2017, keluargaku sudah menentukan bulan pernikahanku yaitu Februari, dengan dalih semakin cepat semakin baik. Mengingat usiaku yang sudah menginjak 27 tahun usia yang dirasa sudah cukup matang untuk mmenikah. Akan tetapi rencana itu tidak bisa diwujudkan karena perbedaan penentuan hari pernikahan.

Keluarga dari calon suami menginginkan pernikahan dilaksanakan bulan Juni. Mereka masih berpegang teguh dengan budaya dan tradisi orang tua zaman dulu. Mereka beranggapan bahwa menikah itu harus di hari yang baik. Sebenarnya aku tidak percaya dengan hal-hal seperti itu, bagiku semua hari adalah baik. Hari baik menurut mereka yaitu hari kelahiranku dan bulan baik menurut mereka, yaitu bulan Syawal. Aku lahir pada hari Jumat Kliwon. Hari tersebut jatuh pada tanggal 28 Juni 2018. Dua minggu setelah Idulfitri.

 

Yakin Pasti Ada Solusinya

menikah akhir bahagia
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Masalah hari sudah terselesaikan. Masalah lain pun muncul. Mendadak aku sakit dan tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Penyebab sakit ini adalah karena aku harus mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan sendiri. Aku harus sehat, itu kata-kata yang kutanamkan dalam hatiku. Aku pun perlahan mulai membaik dan bisa melanjutkan persiapan pernikahan yang sempat tertunda.

Kondisi badanku sudah mulai fit. Aku mulai menghubungi salon, mencari tenda yang cocok serta mendatangi kantor urusan agama untuk melengkapi berkas-berkas. Badan enak tapi pikiran tetap jalan. Rasa takut dan khawatir terus berkecamuk dipikiran. Aku sangat menghawatirkan apakah makanan cukup untuk tamu, apakah kursi juga pas dan pikiran-pikiran lain yang mengganggu. Akhirnya muncullah jerawat-jerawat cantik di pipi. Padahal hari pernikahan tinggal satu bulan lagi, tapi jerawat terus bermunculan menghiasi wajahku. Setiap apa yang orang sarankan untuk mengobati jerawatku pasti aku ikuti. Segala macam skin care juga ku coba. Akan tetapi hasilnya nihil. Jerawat tetap ingin berlama-lama di wajah. Setiap pengantin wanita pastilah ingin terlihat cantik dan sempurna di hari pernikahannya. Jerawat ini menghancurkanku. Tapi Alhamdulillah calon suami dan keluarga selalu menguatkan. Jerawat bukan masalah, kamu tetap tercantik di hati. Tetap semangat ya para calon pengantin. Jangan takut dengan masalah, semua ada solusinya.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓