Kekurangan Seseorang Bukan Penghalang untuk Mencintainya Seutuhnya

Endah Wijayanti21 Jul 2019, 14:15 WIB
maaf dan trauma

Fimela.com, Jakarta Setiap perempuan punya cara berbeda dalam memaknai pernikahan. Kisah seputar pernikahan masing-masing orang pun bisa memiliki warnanya sendiri. Selalu ada hal yang begitu personal dari segala hal yang berhubungan dengan pernikahan, seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela Juli: My Wedding Matters ini.

***

Oleh: Ersha Octaviani - Cirebon

Nama saya Ersha Octaviani. Saya masih duduk di bangku kuliah. Saya kuliah di jurusan Pendidikan Anak Usia Dini. Saya memunyai pacar sejak saya SMA, dan saya pacaran sama dia sampai sekarang. Saya sedang melaksanakan kuliah saya di semester 5 yang insya Allah semoga 2 tahun lagi lulus. Amin. Saya kuliah di IAIN. Saya tinggal bersama bude (kakak dari ayah saya) karena kedua orang tua saya sudah berpisah sejak saya kecil. Sehingga dari kecil saya diasuh sama saudara ayah saya. Mungkin saya tidak mempunyai orang tua. Tapi saya bersyukur memiliki pacar seperti dia.

Bersamanya saya menemukan cinta yang sesungguhnya. Memang saya dilarang untuk berpacaran, namun apa salahnya saya sudah berumur 21 tahun, wajar jika saya suka sama seseorang. Bagi saya dia adalah seseorang yang luar biasa. Kesetiaan dia yang selalu setia sama saya hingga sekarang. Dia namanya Dyo Riyanto. Dia adalah teman sejak aku masih duduk di bangku sekola dasar.

 

Menerima Apa Adanya

pasangan
ilustrasi/Photo by Снежана from Pexels

Karena lama tidak bertemu, akhirnya kami bertemu di Facebook. Awalnya sih saling kontak, setelah itu dia nembak saya. Karena memang saya dari dulu suka sama dia, dan akhirnya kami pacaran. Kami pacaran sudah hampir 5 tahun. Bagi saya dia adalah cowok yang luar biasa. Dia mampu mengalahkan sifat egois saya, dan dia juga selalu sabar dengan keegoisan saya. Dia juga sekaligus sebagai penyemangat saya.

Hingga pada waktunya. Dia berkata, “Saya ingin serius sama kamu." Mungkin setiap wanita jika seorang laki-laki berbicara seperti itu akan benar-benar serius. Dia memang tidak seperti lelaki yang lain, dia setia pada satu wanita yaitu saya. Dan dengan perkataannya yang ingin menikah itulah yang membuat saya yakin padanya. Memang dia masih banyak kekurangannya dari segi agama, akan tetapi saya mencintai dia apa adanya. Dan saya berdoa jika memang dia jodoh saya, maka saya berjanji untuk bisa membimbing dia ke jalan yang benar, yaitu membimbing dia untuk membaca Alquran dan mengajaknya salat 5 waktu.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓