Rayakan Perjuangan Hak dan Perlindungan di Hari Masyarakat Adat Sedunia

Vinsensia Dianawanti09 Agu 2019, 18:00 WIB
Hari Masyarakat Adat Sedunia, Perayaan Perjuangan Hak dan Perlindungan Masyarakat Adat

Fimela.com, Jakarta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) merayakan Hari Masyarakat Adat Sedunia yang jatuh pada hari ini (9/8). Hari ini sekaligus bertepatan dengan 20 tahun perjuangan AMAN akan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Menurut Rukka Sombolinggi Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, perjuangan yang dilakukan AMAN selama 20 tahun sudah memberikan perubahan atas pengakuan hak masyarakat adat.

"Dari 1999, hanya satu yang diminta yaitu UU Masyarakat Adat. Sampai saat ini belum ada. Perayaan ini untuk kami mengingat semangat yang meledak pada 1999. Ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus berjuang karena berada di jalan yang benar," ungkap Rukka Sombolinggi di Taman Ismail Marzuki.

Dalam perayaan ini, AMAN ingin merefleksikan apa yang telah dialami dan dijalani selama 20 tahun proses perjuangan masyarakat adat. Baik yang sudah berhasil maupun yang belum. Diselenggarakan pada 9-11 Agustus 2019, Perayaan 20 tahun AMAN ini mengangkat tema "Meneguhkan Tekad, Memperkuat Akar, Mengedepankan Solusi".

Mempromosikan kebudayaan yang ada di masyarakat adat

Ibukota Pindah Ke Kalimantan, AMAN Harapkan Perjelas Penggunaan Tanah
Selain anggaran dan pembangunan infrastruktur, pemindahan Ibukota lebih jelas penggunaan tanahnya (Foto: Vinsensia Dianawanti)

Dengan kegiatan ini, AMAN mempromosikan keragaman dan kekayaan budaya masyarakat adat. Mulai dari menenun, bengkel seni, memahat, dan aktivitas tato. Selain itu, beragam sajian kuliner disajikan dalam bentuk festival dengan menggunakan bumbu-bumbu nusantara dari berbagai daerah.

Bekerja sama dengan Rekam Nusantara, kegiatan ini juga diisi dengan pekan sinema masyarakat adat. Menampilkan pameran foto, film, dan permainan tradisional yang kini sudah hampir hilang.

Perayaan ini sendiri melibatkan lebih dari 1500 orang dari perwakilan masyarakat adat dari berbagai wilayah di nusantara, perwakilan masyarakat adat dunia, pemerintah pusat dan derah, para pegiat seni, hingga sekolah adat.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓