Merdeka Mau Menikah di Usia Berapa, 4 Tips Tetap Waras Menghadapi Tuntutan Sosial

Endah Wijayanti13 Agu 2019, 15:45 WIB
menikah dan usia

ringkasan

  • Sibukkan Diri dengan Prioritas-Prioritas Penting
  • Sadari Bahwa Kita Tak Bisa Memuaskan Keinginan Semua Orang
  • Jalan Cerita Cinta dan Jodoh Tiap Orang Beda-Beda
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Menikah memang perlu persiapan yang matang. Tak hanya persiapan materi tapi juga persiapan mental dan kedewasaan. Menikah di bawah umur jelas bukan hal yang bijak. Tapi kita juga punya hak ingin menikah di usia berapa, dengan siapa, dan dengan cara seperti apa. Selama tidak melanggar hukum dan masih sesuai norma, kita bisa membuat pilihan sendiri terkait hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan.

Masalahnya memang tuntutan sosial kerap membuat kita pusing dan stres. Di saat teman-teman sebaya kita sudah lebih dulu menikah, ada saja orang-orang yang kemudian mendesak kita untuk buru-buru menikah. Padahal saat ini ada hal lain yang sedang kita perjuangkan. Kita berhak membuat pilihan-pilihan terbaik dalam hidup kita. Menjaga kewarasan pun tetap perlu diperlukan supaya bisa tetap bahagia dan dapat memiliki pernikahan yang sesuai dengan impian.

1. Sibukkan Diri dengan Prioritas-Prioritas Penting

Tak apa jika saat ini waktu kita masih lebih banyak dihabiskan untuk berkarier misalnya. Bila memang belum siap untuk menikah atau belum menemukan jodoh yang tepat, tetap lakukan hal-hal terbaik dalam hidupmu. Ada prioritas penting yang saat ini perlu diutamakan. Tak usah terlalu memusingkan sindiran, cibiran, atau nyinyiran orang lain. Lakukan hal yang terbaik untuk kita saat ini demi masa depan yang lebih cerah.

2. Sadari Bahwa Kita Tak Bisa Memuaskan Keinginan Semua Orang

Ada kerabat jauh yang mungkin sering menyindir kita karena masih belum menikah di usia yang matang. Tidak perlu terlalu dipusingkan. Apalagi jika orangtua kita sendiri sebenarnya tak terlalu mempermasalahkan keputusan kita untuk menikah di usia berapa, maka kita masih tetap bisa baik-baik saja. Kita tak bisa memuaskan keinginan semua orang. Tak semua tuntutan sosial atau tuntutan orang lain bisa kita penuhi. Hal ini wajar, jadi semua yang negatif memang perlu diabaikan.

3. Jalan Cerita Cinta dan Jodoh Tiap Orang Beda-Beda

menikah akhir bahagia
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Mungkin dulu kita punya rencana untuk menikah di usia awal 20an. Tapi ternyata jalan cerita cinta kita tak sesuai dengan perkiraan kita. Bisa jadi jodoh baru akan datang di akhir usia 20an. Ya, jalan cerita cinta dan jodoh tiap orang berbeda satu sama lain. Pahami hal ini dan terima kisah hidup kita dengan hati yang lapang. Kita berhak memutuskan untuk menikah pada usia berapa. Tak perlu terlalu memusingkan tuntutan sosial, sebab kebahagiaan pernikahan itu kita sendiri yang akan menjalaninya. Jadi kita lah yang paling tahu pilihan terbaik hidup kita.

4. Amin-kan Saja Doa-Doa Terbaik

Coba berdamai dengan cara meng-amin-kan doa-doa terbaik. Bila ada yang mendesakmu untuk cepat menikah, ya sudah minta saja doa restunya untuk bisa segera mendapat waktu terbaik untuk menikah. Walau kadang kesal bila terus dicecar dengan pertanyaan "Kapan nikah?" kita masih bisa berusaha untuk tetap tersenyum. Ada hal-hal yang berada di dalam kendali kita. Ada juga hal-hal yang di luar kendali kita. Omongan dan nyinyiran orang mungkin memang ada di luar kendali kita, jadi fokus saja dengan yang masih bisa kita kendalikan seperti cara kita memberikan respons kepada mereka.

“If I get married, I want to be very married.”

– Audrey Hepburn

Menikah bisa menjadi hal yang bersifat sangat personal pada masing-masing perempuan. Semakin dewasa kita pun akan makin paham bahwa sebuah pernikahan memerlukan banyak persiapan matang. Tak semata-mata menikah karena tuntutan sosial, tapi memang menikah pada saat yang tepat dengan orang yang tepat.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓