BMKG: Kalimantan Paling Kecil Berpotensi Gempa, Ini Faktanya

Anisha Saktian Putri29 Agu 2019, 13:00 WIB
Ilustrasi Peta Kalimantan Timur

ringkasan

  • Dua kota dan kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara telah resmi dipilih oleh presiden Joko Widodo
  • Kalimantan menjadi pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan relatif paling rendah
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Dua kota dan kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara telah resmi dipilih oleh presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai ibu kota baru Republik Indonesia Fakta menarik soal Kalimantan, ini salah satunya adalah pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan relatif paling rendah.

"Meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, tetapi secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman jika dibanding daerah lain di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa sangat besar," .ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.dalam Instagram BKMG.

Dwikorita memaparkan, kondisi seismisitas Pulau Kalimantan yang relatif rendah ini berdasarkan sejumlah fakta, diantaranya pertama, wilayah Pulau Kalimantan memiliki jumlah struktur sesar aktif yang jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau lain di Indonesia. Kedua, wilayah Pulau Kalimantan lokasinya cukup jauh dari zona tumbukan lempeng (megathrust). Dan ketiga, beberapa struktur sesar di Kalimantan kondisinya sudah berumur tersier sehingga segmentasinya banyak yang sudah tidak aktif lagi dalam memicu gempa. .

Mengantisipasi bencana

Ilustrasi Peta Kalimantan
Ilustrasi Peta Kalimantan Timur. Sumber foto: Shutterstock/Schwabenblitz.

Namun demikian, untuk mengantisipasi terjadinya bencana khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan yang berhadapan dengan sumber gempa, maka perlu disusun strategi mitigasi bencana dengan menyiapkan tata ruang pantai agar masyarakat pesisir lebih aman.

Selain itu, konsep evakuasi mandiri juga menjadi pilihan tepat dan efektif untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman tsunami. Evakuasi mandiri dengan menjadikan guncangan gempa kuat sebagai peringatan dini tsunami alami dapat menjamin keselamatan masyarakat.

Edukasi evakuasi mandiri dan pelatihan evakuasi (drill) akan menjadi materi penting dalam kegiatan sosialisasi untuk masyarakat dan stakeholder di wilayah pantai rawan tsunami, oleh berbagai Lembaga terkait, seperti BNPB, BPBD, BMKG, dsb. Masyarakat yang ditinggal di zona sesar aktif dan di kawasan pesisir, harus memahami bagaimana cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓