6 Pertanyaan pada Diri Sendiri, Apakah Kamu Siap untuk Menikah

Anisha Saktian Putri30 Agu 2019, 17:00 WIB
Pernikahan/Takmeomeo

Fimela.com, Jakarta Saat menikah memang harus ada persiapan matang, sebab bukan hanya cukup mencintai saja. Melainkan, kita harus mencintai keluarga calon pasangan, hingga kesiapan diri kita apakah sudah siap menjalankan hubungan seumur hidup.

Agar semakin yakin untuk menikah, ada beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada diri kita sendiri, apa saja? Berikut dilansir dari thebridedept.com.

1. Sudah siap mental belum?

Sebenarnya, bukan materi yang menjadi patokan untuk kita siap menikah. Melainkan kesiapan mental kita untuk hidup bersama pasangan seumur hidup.

Baiknya untuk pikirkan matang-matang, apakah kita siap berumah tangga. Jika masih ragu, baiknya dipikirkan kembali dan harus jujur pada diri sendiri.

2. Tujuan menikah?

Pikirkan lagi apa tujuanmu untuk menikah. Apakah karena umur? Mengikat pasangan? Atau karena agama. Yang pasti setiap pasangan harus memiliki tujuan yang sama dan baik ketika memutuskan menikah. Seperti memikirkan tentang asuransi jiwa, apakah perlu sebelum atau setelah menikah.

3. Yakin?

Ada 2 hal yang penting saat berbicara keyakinan, yaitu apakah kalian sudah yakin dengan diri sendiri dan kedua, apakah sudah yakin dengan calon pilihan kalian. Setelah menikah, tidak ada lagi kata “ mundur” karena idealnya pernikahan adalah bersifat permanen, bukan barang 5 atau 10 tahun ke depan tetapi sehidup semati.

4. Objektif menilai pasangan

menikah
ilustrasi pasangan/copyright Shutterstock

Memang semua kembali ke keputusan diri sendiri, tetapi masalah objektivitas memang kerap harus melibatkan pandangan dari orang lain. Ini sebabnya restu dari orang tua, keluarga besar dan bahkan teman- teman itu penting karena mereka bisa menilai secara total demi kebaikan kalian.

4. Apakah setelah menikah akan lebih bahagia?

Menikah memang bukan melulu tentang kebahagiaan, tetapi juga siap berbagi semua hal termasuk kesusahan seperti membayar premi asuransi kesehatan. Hanya saja, kalau beban setelah menikah malah bertambah, baik dalam bentuk apapun, maka akan sangat berat untuk dijalani.

5. Seberapa fair hubungan ini?

Apakah kalian selalu di pihak yang mengalah? Atau sebaliknya, selalu mau menang sendiri? Apakah hubungan yang selama kalian jalani sudah seimbang? Pernikahan adalah soal berbagi dalam banyak hal, mulai dari masalah finansial hingga nantinya urusan rumah tangga dan mendidik anak.

Jika kalian adalah pihak yang selalu berusaha, yakinlah nanti beban akan terasa semakin berat. Sebaliknya, jika kalian adalah pihak yang selalu menerima, bisa jadi ketimpangan ini akan jadi sumber masalah bagi perkawinan nantinya.

6. Memiliki pendapat yang sama

Seperti soal berapa ingin punya anak, boleh bekerja atau tidak setelah menikah, atau membagi urusan rumah tangga.

#Growfearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓