Fimela Fest 2019: Gangguan Mental Bukan Berarti Menjadi Orang Gila

Anisha Saktian Putri12 Okt 2019, 09:00 WIB
Kecanduan Gawai Tingkatkan Risiko Gangguan Mental pada Anak? (LightField-Studios/Shutterstock)

Fimela.com, Jakarta Banyak orang berpikir jika penderita gangguan mental adalah orang gila atau sakit jiwa. Sebab, orang dengan gangguan mental biasanya akan marah-marah atau sedih secara berlebihan.

Padahal, orang dengan gangguan mental, bukanlah orang gila. Menurut dr. Andreas Kurniawan, SpKJ definisi kesehatan mental ialah kemampuan mencapai apa yang diinginkan dalam hidup.

Ia juga mengatakan ada tiga aspek yang perlu diperhatikan apakah mental kita sehat atau mengalami gangguan jiwa. Aspek tersebut ialah pikiran, perasaan, dan prilaku.

"Coba perhatikan tiga aspek tersebut, apakah menimbulkan gangguan sehai-hari. Contohnya, Jika tidak main games sehari kita sudah gelisah," ujarnya dalam acara peluncuran buku 'Penyap' di Jakarta.

dr. Andres menyampaikan jika tiga aspek tersebut memnimbulkan penderitaan sebaiknya perlu dikonsultasikan ke psikiater atau psikolog.

"Soalnya gangguan mental itu tidak terlihat, beda sama penyakit lainnya yang terlihat. Jadi cuma bisa observasi, apakah ada gangguan mental. Dan jangan mengaggap enteng," tambahnya.

 

 

Butuh proses

Peluncuran buku Penyap
Peluncuran buku Penyap
FIMELA FEST 2019
FIMELA FEST 2019

Gangguan mental pun butuh proses, dr. Andreas menyampaikan melalui proses karena gangguan jiwa adalah penyakit otak. Sejauh mana otak mengalami kerusakan dan tidak mengenal umur.

"Kadang, gangguan jiwa ditemukan sudah dewasa hal ini lumrah karena gangguan jiwa butuh proses. Bahkan kita sering burn out saat mulai bekerja atau capek bekerja. Beberapa tren banyak golongan anak SMA atau akhir 20an. Depresi pada anak sekolah biasanya mereka jadi sulit diatur sering melawan. Atau kalau lansia jadi males ngapa-ngapain. Jadi gangguan jiwa tidak melulu orang gila," tambahnya.

Kesehatan mental juga dituangkan ke dalam novel berjudul 'Penyap', yang ditulis oleh Sayyidatul Imamah. "Awalanya aku lihat anggota keluargaku mengalami masalah kesehatan mental, sehingga aku aktif mencari pengetahuan tentang ini. Akhirnya aku terinspirasi membuat novel mengenai kesehatan mental," paparnya.

"Aku berharap setelah membaca Penyap, lebih banyak orang mengerti, apa itu kesehatan mental. Bahwa penderita ganggun mental, bukan orang gila. Dan novel ini juga untuk mengajak orang untuk tidak menghakimi pengidap gangguan mental," tambahnya.

Buku 'Penyap' ini diluncurkan oleh Storial.co yang dapat dibeli di Toko Buku Kinokuniya.

Mencintai diri sendiri menjadi salah satu benteng kita agar tidak mengalami gangguan mental. Nah, untuk mengetahui seberapa penting dan bagaimana cara mencintai diri, sahabat Fimela bisa datang ke Fimela Fest 2019 pada 11-17 November 2019, di Gandaria City Mall, Jakarta.

Akan ada "Self Love and Be Good to Your Self" bersama Andra Alodita dan Tara de Thouars di Fimela Fest 2019. Daftarkan dirimu sekarang juga dan dapatkan kesempatan untuk menghadiri langsung Fimela Fest 2019 di sini.

#Growfearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓