5 Tempat Wisata Dekat Bandara Belitung

Anisha Saktian Putri04 Nov 2019, 12:30 WIB
Belitung

Fimela.com, Jakarta Sudah atur cuti akhir tahun tapi masih bingung mau kemana? Atau sejak lama ingin mengunjungi Belitung tapi masih saja maju mundur? Nah, saatnya memantapkan hati dengan pilihan lokasi wisata sekaligus kenyamanan yang akan dapatkan saat berkunjung ke Belitung.

Pertama, perlu diingat ya Bandara Belitung bernama Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin. Terhitung sejak Oktober 2019, pengelolaannya dipegang oleh PT Angkasa Pura II atas mandat resmi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Artinya, layanan yang akan dirasakan para penumpang saat berada di bandara H.A.S. Hanandjoeddin tentunya akan disesuaikan dengan standar keamanan dan kenyamanan sebagaimana di 18 bandara lain di tanah air yang dikelola Angkasa Pura II.

Bandara yang dulunya bernama Bandar Udara Buluh Tumbang terletak di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Bandar Udara ini melayani penerbangan domestik dan internasional, Anda yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya bisa langsung terbang dari bandara Soekarno Hatta (Cengkareng/CGK – Tanjung Pandan/TJQ).Beberapa titik wisata di Belitung bisa ditempuh dengan mudah dari bandara H.A.S. Hanandjoeddin, diantaranya:

1. Danau Kaolin Belitung

[Bintang] Belitung
Danau Kaolin, Belitung. (budisuryanugraha/Instagram)

Hanya 16 menit berkendara menggunakan mobil dari bandara, akan tiba di Danau Kaolin. Danau yang memiliki warna daratan yang putih bersih dan air yang berwarna biru menyala. Danau ini bukan berasal dari kawah gunung seperti Danau Kawah Putih Ciwidey atau Kawah Putih Tinggi Raja, melainkan terbentuk dari bekas tempat pertambangan Kaolin yang telah ditinggalkan dan alam menyempurnakan keindahannya. Danau Kaolin tepatnya berada di Desa Air Raya Tanjungpandan, berjarak 10 menit saja dari pusat kota. Lokasinya yang sangat Indah kerap menjadi lokasi foto dan video yang menarik bagi wisatawan. 

2. Pantai Tanjung Pendam

Bagi penggemar kerajinan tangan, atau Ayang ingin melihat karya warga lokal sekaligus menikmati indahnya pantai, Tanjung Pendam adalah lokasi yang tepat. Tersohor sebagai titik untuk menikmati sunset, bisa bersantai pendopo yang sudah disediakan di sepanjang pantai atau duduk manis di pasir di bawah deretan pohon yang meneduhan untuk menyaksikan langit berganti warna.

Tak perlu pikir panjang, hanya 25 menit saja dari bandara, kalian sudah tiba di pantai Tanjung Pendam. Dengan pasir putihnya dan air laut yang tenang, pengunjung pun bisa berenang santai di sepanjang pantai ini. Di kejauhan sebuah pulau akan tampak dengan jelas. Itulah Pulau Kalimuak, pulau kecil yang menyimpan beberapa peninggalan zaman kolonial, seperti tugu dan sumur tua yang diduga sebuah terowongan, serta gapura dan gazebo bergaya Tiongkok dan benda-benda yang dikeramatkan. 

3. Pulau Lengkuas

[Bintang] Belitung
Pulau Lengkuas, Belitung. (steffaneyangelicaj.wordpress.com)

Pulau Lengkuas adalah salah satu pulau di Belitung yang memiliki mercusuar kuno setinggi 70 meter yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda 1882. Nilai sejarah disini terkenal dengan kisah yang terjadi pada abad ke-17 dimana Pulau Belitung jadi tujuan dagang para saudagar China dan Arab. Hal ini dibuktikan dengan penemuan keramik-keramik Dinasti Ming dari abad 17 di wilayah tambang Kepenai, Buding, dan Kelapa Kampit.

Pulau Lengkuas dapat dicapai dengan menyewa perahu nelayan dari beberapa tempat, yaitu Tanjung Kelayang, Tanjung Binga, atau Tanjung Tinggi. Waktu tempuh menggunakan perahu dari Tanjung Kelayang ke Pulau Lengkuas memakan waktu sekira 20 menit. Sementara itu, dibutuhkan waktu sekira 30-45 menit apabila menumpang perahu dari Tanjung Binga atau Tanjung Tinggi.Untuk menuju ke lokasi penyewaan perahu, perjalanan memerlukan waktu sekitar setengah jam dari bandara H.A.S Hanandjoeddin.

4. Desa Nelayan (Tanjung Binga)

Sebelum berlayar ke Pulau Lengkuas, baiknya singgah di Desa Nelayan Tanjung Binga, langsung dari banadra dengan waktu tempuh sekitar 30 menit saja. Melintasi kampung ini, pengunjung akan disajikan pemandangan ikan-ikan yang menjadi hasil tangkapan nelayan yang sedang dijemur di pinggir jalan. Selain itu, keramahan penduduk kampung membuat pengunjung akan merasa nyaman saat mampir ke kampung yang menjadi penghasil ikan asin terbesar di Belitung ini. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan nantinya akan dipasarkan ke seluruh Belitung dan Jakarta. Jenis ikan yang menjadi hasil tangkapan nelayan adalah ikan Laisy. 

5. Batu Mentas

Lokasi tepatnya berada di Desa Kelekak Datuk, Kecamatan Badau, Belitung Barat. Kalian bisa mencapainya dengan menggunakan mobil dari bandara selama kurang lebih 30 menit. Batu Mentas memiliki keindahan alam dengan air sungainya yang jernih dan dikelilingi ribuan batu granit, serta hutan yang lebat, dan keunikan flora dan fauna. Selain itu di batu Mentas terdapat penangkaran hewan terlangka yaitu Pelilean dan Rusa Belitung.Belum lagi kehidupan masyarakat lokal dengan sentra kebun nanas dan ladanya, juga akan jadi pengalaman seru ketika berukunjung kesana. Warga Batu Mentas juga terkenal dengan keahlian membuat kerajinan anyaman dan kerajinan rotan, yang cocok untuk buah tangan. 

Lanjutkan Membaca ↓