Hidup Ini Tak Mudah, tapi Kita Bisa Menjadi Pahlawan untuk Diri Kita Sendiri

Endah Wijayanti25 Nov 2019, 07:45 WIB
Diperbarui 25 Nov 2019, 07:45 WIB
pahlawan untuk diri kita sendiri

Fimela.com, Jakarta Memiliki sosok pahlawan yang sangat berjasa dalam hidupmu? Punya pengalaman titik balik dalam hidup yang dipengaruhi oleh seseorang? Masing-masing dari kita pasti punya pengalaman tak terlupakan tentang pengaruh seseorang dalam hidup kita. Seperti pengalaman Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba My Hero, My Inspiration ini.

***

Oleh: Ratna Heryani - Yogyakarta

Pahlawan, kata yang kebanyakan orang selalu mengidentikkan dengan sosok yang besar dan berhubungan dengan patriotisme. Bagiku sosok pahlawan itu tidak jauh, dia ada dalam diri kita dan dalam setiap hati manusia. Bagaimana aku bisa menemukan "pahlawan" dalam diriku ini tidak mudah dan tidak singkat, aku harus melalui banyak hal dan kejadian dalam hidup. Berikut kisahnya.

Setiap manusia pasti memiliki masa lalu dengan cerita di dalamnya, entah sedih ataukah bahagia. Kita hanya bisa mengenang dan tak kuasa untuk kembali dan mengubahnya. Banyak orang mengatakan hidup ini tak mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan, begitu juga dengan hidupku.

Semua bermula dari aku kecil, didikan dari ayah begitu keras terhadapku yang notabene anak bungsu dari enam bersaudara. Terutama tentang hal pendidikan, beliau begitu ketat menerapkan aturan yang harus ditaati setiap harinya. Jam belajar dengan waktu tertentu sudah aku rasakan semenjak aku di sekolah dasar sampai aku mengenyam bangku pendidikan kuliah.

Hal berat terjadi ketika aku tidak bisa memenuhi harapan dari ayah, aku harus selalu menjadi nomor satu di kelas bagaimana pun caranya. Ketika hal itu tidak terjadi, amarah dan bentakan akan selalu aku dapatkan dan tidak begitu sebaliknya ketika aku mendapatkan juara. Tidak ada satu kali pun pujian keluar dari mulut beliau apalagi sebuah pelukan hangat untukku. Hingga akhirnya aku lulus wisuda dengan menyandang predikat cum laude pun aku masih tidak pernah melihat wajah ayah begitu bangga dan tersenyum bangga.

 

Pembuktian Diri

zodiak
ilustrasi./Photo by Raka Miftah from Pexels

Pengalaman masa lalu itu ternyata membawa luka batin sampai aku dewasa, hal yang tidak aku sadari sedikit demi sedikit menggerogoti mentalku. Aku menjadi anak yang kurang percaya diri dan tidak suka bersosialisasi dengan banyak orang. Cenderung menghindari konflik dan tidak berani mengutarakan apa yang dirasakan sudah melekat dalam diriku.

Pun ketika aku mulai menjalin sebuah hubungan dengan seseorang tanpa aku sadari sifatku sedikit banyak seperti seseorang yang tak asing, tak lain adalah ayahku sendiri. Mendominasi pasangan dan selalu mengomentari setiap hal dari pasangan yang tidak sesuai dengan pandanganku itu sudah menjadi makanan sehari-hari yang tak aku sadari. Hingga suatu saat tibalah hari yang tidak pernah terbayangkan dalam hidupku terjadi, ayah berpulang dalam tidurnya.

Saat itulah aku mulai mencoba untuk memaafkan masa lalu dan berdamai dengannya, terpenting dari itu adalah memaafkan diri sendiri. Karena aku yakin yang bisa mengubah keadaan dan membuat hidup menjadi bahagia dan bermakna adalah diri kita sendiri. Terima kasih untuk diriku di masa lalu yang tetap kuat tetap tegar menghadapi situasi seperti itu dan terima kasih untuk diriku yang sekarang masih tetap bertahan dan bisa memandang segalanya dari kacamata yang berbeda. Aku adalah pahlawan dalam hidupku, begitu juga kalian.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓