Ibuku, Guru Kehidupanku yang Sesungguhnya

Endah Wijayanti28 Des 2019, 10:25 WIB
Diperbarui 28 Des 2019, 10:25 WIB
ibu guru kehidupanku

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Shintia Izza Nursetia - Karawang

Hai, aku Shintia, saat ini sedang aktif menempuh pendidikan strata 1 dengan memilih program studi Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah universitas negeri di Karawang. Aku pikir sepertinya kemampuanku hanya di bidang bahasa dan seni. Karena dari kecil, dari usiaku delapan tahun, ibu sudah rutin mengajariku banyak kosakata untuk diingat dalam semalam.

Entah kenapa, belajar beberapa kata yang asing aku dengar saat itu sangat menyenangkan rasanya, keren rasanya seperti les privat tapi ibuku sendirilah yang menjadi tutornya. For your information, ibuku bukanlah sarjana, hanya lulusan SLTA sederajat, tapi beliau sangat keren karena bisa mendidik aku sampai kini.

Alhamdulillah aku bisa percaya diri dengan kemampuanku berbahasa asing. Oh ya, ibu juga merupakan penyumbang gen luar biasa untuk aku, karena darah seorang ibu yang menyukai bidang tarif suara sejak masih duduk di bangku sekolahpun diturunkannya kepadaku, ya aku memiliki hobi menyanyi, dan lagi-lagi ini semua diturunkan dari ibuku. Hihi.

Berbicara soal ibu, aku selalu terinspirasi untuk menjadi sosok yang lebih baik, meski takkan pernah ada yang sesempurna kasihnya. Aku dengan kedua kakakku sedari kecil terbiasa dididik langsung olehnya. Semua ibu yang handle, kerjaan rumah, masak, mengurus suami dan anak-anaknya.

 

Berjanji untuk Menjadi Lebih Baik

Ibu dan Anak
Ilustrasi./copyright shutterstock

Masa kecil aku dan kedua kakakku sangatlah indah dan juga penuh pelajaran berharga. Kami seringkali diajarkan untuk disiplin dan hidup dengan rapi sedari kecil. Ibu mengajarkan kami bagaimana beribadah yang baik sejak kami berusia lima tahun, dan tahukah kamu? Itu adalah hal yang paling sederhana yang bisa membuat anak-anaknya tumbuh menjadi sosok disiplin dan berkarakter. Ibu memang bawel, tapi jika tidak begitu, hidup kami pasti sangatlah berantakan dan tidak terarah sampai saat ini.

Kawan, meski masa sekolahku penuh dengan prestasi, tapi ada satu titik di mana aku jatuh kedalam suatu kejadian yang membuatku sangat kecewa. Ketika beasiswa kuliah yang dibiayai penuh oleh perusahaan ayahku gagal aku dapatkan. Aku marah, kecewa, dan sedih pastinya.

Aku dengan tingkat pemikiran yang masih sangat sempit pun akhirnya mengurung diri hampir tiga hari tidak keluar dari kamarku. Ibu yang mengetahui perubahan besar dalam diriku memutuskan untuk berbicara dan memberikan nasihat yang menurutku sangat menyadarkan aku pada saat itu, ibu berucap, “Kamu boleh kecewa, tapi jangan terlalu lama. Nanti hilang kesempatan bagusmu yang lain. Lebih baik ada di tempat yang terlihat biasa saja tapi kamu bisa jadi bintang yang bersinar di dalamnya, daripada ada di tempat yang tinggi tapi kamu bukan siapa-siapa, tidak ada yang melihat kamu. Jangan berlarut-larut, ayo bangkit, masih banyak yang nasibnya tidak seberuntung kamu yang masih bisa memilih kuliah di mana saja.”

Kau tahu kawan? Sejak saat itu, aku berjanji pada diriku sendiri. Di mana pun aku berada, aku akan tetap menjadi diriku, tapi versi terbaiknya. Aku buktikan pada ibuku bahwa di tahun pertama aku kuliah, aku sudah memiliki penghasilan sendiri yang bisa meringankan sedikit beban orangtuaku, walaupun baru bisa untuk membeli buku kuliahku dengan hasil dari bekerja sebagai guru les dan privat bahasa Inggris. Aku bersyukur memiliki guru kehidupanku yang sesungguhnya, yaitu ibu. Seseorang yang takkan pernah pelit dalam berbagi ilmu kehidupan yang dimilikinya.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓