Tak Selamanya Hubungan Mertua-Menantu Berjalan Kurang Harmonis

Endah Wijayanti28 Des 2019, 12:15 WIB
ibu mertua jadi inspirasi

Fimela.com, Jakarta Punya momen yang tak terlupakan bersama ibu? Memiliki sosok ibu yang inspiratif dan memberi berbagai pengalaman berharga dalam hidup? Seorang ibu merupakan orang yang paling berjasa dan istimewa dalam hidup kita. Kita semua pasti memiliki kisah yang tak terlupakan dan paling berkesan bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam lomba dengan tema My Moment with Mom ini.

***

Oleh: Siska - Depok

Dahulu, cita-citaku sederhana saja, aku ingin menjadi salah satu wanita hebat yang berperan penting dalam kesuksesan seorang pria, yang aku pikir waktu itu adalah suamiku. Tapi, takdir berkata lain. Ketika aku menikah, alhamdulillah aku diberikan seorang pria yang sudah 'hampir sepenuhnya jadi'.

Sebelum menikah denganku, suamiku sudah menyelesaikan jenjang pendidikannya hingga S3, memiliki karier yang baik, dan kehidupan yang sudah mapan. Singkat cerita, pria ini seperti sudah selesai dengan keinginan duniawi, kecuali satu hal, berkeluarga dan mempunyai keturunan. Dan siapakah wanita hebat di balik kesuksesannya? Ibu mertuaku, tentu saja.

Ibu mertuaku atau yang biasa aku panggil Ibuk, adalah seorang wanita sederhana yang memutuskan berkarier di rumah saja sebagai ibu rumah tangga. Sebelumnya aku terbiasa berpikir bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga sama sekali tidak keren. Hanya mengurus anak di rumah saja, apa hebatnya? Tapi semua persepsiku berubah, setelah aku memiliki anak sendiri.

Sungguh, menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga saja terasa sangat berat. Mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habis-habisnya sangat menguras tenaga dan emosi, ditambah lagi jadi kurang pergaulan di luar rumah, pasti rasanya sangat membosankan.

Seiring berjalannya waktu, aku mendengar banyak cerita mengenai Ibuk. Ternyata walaupun hanya seorang ibu rumah tangga, Ibuk memiliki banyak keahlian. Bila memasak, makanannya sangat lezat. Beliau ahli menjahit, mengambil kursus bahasa Inggris agar bisa mengimbangi kemajuan zaman, dan belajar kerajinan Lak Palembang, sebuah seni lukis tradisional khas dari kota Palembang. Beliau juga belajar mengemudi, agar lebih mandiri dan leluasa mengantar-jemput anak-anak ketika bersekolah. Bahkan, hingga sekarang di usianya yang bisa dibilang sepuh, beliau masih aktif dan bersemangat mengantar jemput cucunya ke sekolah.

 

Terinspirasi Kisah Hidup Ibu Mertua

Ibu dan Anak
Ilustrasi./copyright shutterstock

Kisah hidup Ibuk kemudian menginspirasiku. Sejak menikah dan memiliki anak, aku memang memutuskan berhenti bekerja sementara dan mengurus sendiri anak-anak di rumah. Terkadang rasa bosan melanda, aku merindukan beraktivitas di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang baru. Perlahan aku mulai menata kembali kehidupanku untuk tetap produktif tanpa harus meninggalkan tugas utamaku mengurus suami dan anak-anak.

Mencontoh kepada Ibuk, aku mulai bergabung dengan beberapa komunitas untuk mendukung aktivitas sehari-hari yang bernilai produktif. Di dalam komunitas, aku belajar banyak hal-hal baru. Aku belajar menjahit, mencoba resep-resep baru, berbisnis kecil-kecilan dengan membuka toko online, membuat proyek DIY seperti decoupage di rumah. Aku juga belajar menulis untuk sekadar menyalurkan ide dan pemikiranku, juga untuk berbagi pengalaman dengan orang lain. Sekarang aku tidak lagi didera rasa bosan, aku menjadi lebih bahagia dan bersemangat menjalani hari-hariku.

Tidak selamanya hubungan mertua-menantu berjalan kurang harmonis seperti di sinetron-sinetron yang sering diputar di televisi. Aku bersyukur, setelah menikah, aku memiliki seorang lagi sosok ibu yang menginspirasiku selain Mama. Selamat Hari Ibu, Mama dan Ibuk, dua wanita hebat dalam hidupku. Semoga di kemudian hari, aku juga bisa mengikuti jejak kalian, menjadi kunci kesuksesan hidup buat anak-anak kelak.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓