Tanda dan Cara Mengatasi Burnout

Gayuh Tri Pinjungwati20 Jan 2020, 13:15 WIB
burnout

Fimela.com, Jakarta Burnout adalah keadaan kelelahan secara emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Hal ini terjadi ketika seseorang sedang merasa kewalahan tidak mampu memenuhi tuntutan secara terus-menerus. Ketika stres terus beranjut, seseorang akan mulai kehilangan minat dan motivasi. Burnout dapat mengurangi produktivitas dan menyedot energi, yang membuatnya merasa semakin tidak berdaya, putus asa, sinis, dan merasa lebih emosional. Sehingga membuat seseorang yang mengalami burnout merasa tidak memiliki semangat untuk mengerjakan suatu hal.

Efek negatif dari kejenuhan mempengaruhi setiap bidang, mulai dari pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, dan kehidupan sosialmu. Kelelahan juga dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada tubuh, misalnya seperti rentan terhadap penyakit pilek. Banyak kerugian yang diterima saat mengalami burnout, penting untuk segera mengatasinya.

Tanda-tanda seseorang mengalami burnout

Sebagian besar dari kita memiliki hari-hari yang yang tak melelahkan, terlalau banyak beban, atau tidak dihargai. Jika memangan demikian hampir sepanjang hari, mungkin memang kamu mengalami burnout.Terdapat sebuah proses ketika seseorang mengalami bunrout. Hal itu tidak terjadi hanya semalam saja, tetapi bertahap. Pada awalnya gejala ini tidak akan terlihat, namun seiring berjalannya waktu gejala dari burnout dapat terlihat nyata. Apabila seseorang dapat menyadarinya sejak dini, mungkin mengurangi stres sejak dini dapat di lakukan dan akan lebih fatal jika mengabaikannya.

Tanda-tanda burnout pada fisik

  • Merasa lelah dan kehabisan sebagian besar waktu
  • Menurunkan imunitas, yang membuatmu lebih mudah terserang penyakit
  • Sering mengalami sakit kepala dan otot
  • Berkurangnya nafsu makan dan kurangya istirahat

 

Tanda-tanda burnout pada emosional

dampak emosi negatif
Efek terlalu fokus pada pikiran negatif./Copyright shutterstock.com
  • Memiliki rasa tidak percaya diri
  • Minder
  • Merasa sendirian, atau tidak memiliki teman
  • Kehilangan motivasi

Tanda-tanda burnout pada perilaku

  • Tidak bertanggung jawab
  • Lebih banyak menyendiri
  • Menunda-nunda pekerjaan
  • Mengonsumsi obat-obatan dan alkohol untuk mengurangi perasaan tersebut
  • Melampiaskan kekesalan kepada orang lain

Burnout tidak hanya disebabkan oleh pekerjaan yang membuat stres atau terlalu banyak tanggung jawab. Faktor-faktor lain yang mendukung mengalami bunrout yaitu gaya hidup dan kepribadianmu. Lalu Bagaimana untuk mengatasi burnout? Berikut bebrapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout.

Batasi Kontak dengan Teman Toxic

Bergaul dengan orang-orang toxic tidak ada yang dapat di lakuakan selain mengeluh, dan itu hanya akan menurunkan mood. Cobalah untuk membatasi jumlah waktu saat bekerja dengan orang-orang yang toxic.

 

 

Berkumpul dengan Orang-Orang Terdekat

Berkumpul dengan keluarga
Ilustrasi/copyrightsutterstock/Dragon Images

Luangkan waktu berkumpul dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, keluarga, dan teman. Cobalah untuk tidak memikirkan apa yang membuatmu lelah dan jadikan waktu yang kamu habiskan bersama orang-orang terkasih lebih positif dan menyenangkan.

Ikutlah Organisasi

Ikutlah organisasi atau perkumpulan yang bermanfaat. Misalnya seperti berkumpul dengan kelompok agama, sosial atau berkumpul pada kelompok yang memiliki kesamaan hobi. Hal tersebut dapat membuatmu semakin banyak teman.

Lakukan kontak sosial

Saat mengalami burnout, masalah tampak tidak dapat diatasi, semuanya tampak suram, dan sulit untuk mengumpulkan energi, untuk kembali bersemangat, apalagi mengambil tindakan untuk diri sendiri. Beberapa langkah positif yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi stres yang luar biasa adalah melakukan interaksi dengan orang lain. Melakukan kontak sosial merupakan penangkal alami terhadap stres dan berbicara langsung dengan pendengar yang baik adalah salah satu cara tercepat untuk menenangkan sistem syaraf dan menghilangkan stres.

Selain beberapa hal di atas, untuk mendukung biar kamu tidak mengalami burnout, jagalah pola makan dan perhatikan nutrisi makanan yang kamu konsumsi.

#GrowFearless With FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓