Menjaga Kewarasan Menghadapi Kemudahan Belanja Online

Endah Wijayanti25 Jan 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 25 Jan 2020, 15:15 WIB
bujet belanja

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: M - Jakarta

Kemajuan teknologi membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali gaya belanja. Gaya belanja saat ini sudah banyak mengalami pergeseran dari tradisional (datang, pilih, coba, beli) menjadi klik, pilih, bayar. Praktis, menghemat waktu dan tenaga, dan sangat memudahkan.

Saya termasuk orang yang pada akhirnya menjadi senang berbelanja online. Produk yang paling sering saya beli adalah produk fashion (busana, sepatu, tas). Awalnya saya begitu asyik dengan dengan belanja online saya, sampai di akhir tahun 2019 saya mendapat email rekap kegiatan belanja saya selama satu tahun. Saya cukup terkejut ketika mengetahui bahwa di tahun 2019 saya telah berbelanja 63 (5 pcs tiap bulan) produk fashion. Jumlah yang sangat berlebihan karena setelah saya perhatikan, banyak produk busana yang saya beli justru tidak terpakai.

Selain jumlah pembelian yang bagi saya sangat berlebihan, cukup banyak juga nilai total uang yang harus saya bayarkan untuk ke-63 produk tersebut. Saya baru menyadari bahwa begitu banyak uang yang “terbuang”. Penyesalan muncul, andaikan uang tersebut “ada” di tabungan/depostito. Melihat email tersebut, saya menyadari bahwa saya sangat tidak bijaksana dalam menggunakan uang. Saya menyadari bahwa saya telah konsumtif (belanja berlebihan).

 

Menghentikan Kebiasaan Konsumtif

belanja bijak akhir tahun
TIlustrasi./Copyright shutterstock.com/g/tomwang

Saat ini saya bertekad untuk menghentikan kebiasaan konsumtif saya dalam berbelanja online. Saya akan tetap berbelanja online tapi tentunya dengan bijaksana. Setiap ada godaan untuk berbelanja saya selalu mengingat-ingat email rekap belanja beserta uang yang sudah saya habiskan untuk berbelanja barang yang bahkan tidak semuanya saya pakai. Harapan saya dengan berubah menjadi bijaksana dalam berbelanja online, saya akan lebih banyak memiliki investasi dibandingkan saat ini.

Tidak ada yang salah dengan belanja online. Yang salah adalah bagaimana saya sebagai konsumen yang menjadi begitu terlena dengan berbagai kemudahan dan tawaran yang diberikan. Tahun 2020 saatnya memulai gerakan “Change The Old Me”. From unwise buyer to wise shopper. Dan alangkah bahagianya ketika di akhir tahun 2020, rekap belanja online saya menjadi manusiawi dan masuk akal baik dalam hal jumlah produk, jumlah produk yang dibeli, maupun penggunaannya.

 

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓