Deteksi Lebih Dini, Intip Tanda-Tanda Depresi yang Tidak Disadari

Meita Fajriana26 Jan 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2020, 14:00 WIB
Depresi

Fimela.com, Jakarta Berurusan dengan depresi paling mudah ketika kamu memperhatikan tanda-tandanya lebih awal dan dapat mengatasinya sesegera mungkin. Sayangnya, ketika gejala depresi terlalu halus, sulit untuk menjaga kesehatan mental karena mungkin kamu tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi depresi yang sedang melanda, kamu perlu mencari tahu dari mana perasaan kesepian dan kesedihan yang tiba-tiba itu berasal. Kamu juga perlu mengetahui gejalanya agar dapat mengatasinya. Dilansir dari yourtango.com, Minggu (26/1/2020), berikut tanda-tanda kamu mengalami depresi yang perlu kamu atasi lebih dini.

1. Tidak memiliki pendapat

Kadang-kadang, sangat normal untuk tidak memiliki pendapat tentang apa yang sedang dilakukan atau ke mana kamu ingin pergi tetapi tidak memiliki pendapat dalam jangka waktu yang panjang adalah salah satu tanda depresi. Menekan diri sendiri berarti tidak mengekspresikan diri atau menahan ekspresi. Mengapa kita bisa menahan ekspresi dalam bentuk tidak memiliki pendapat?

Alasan utamanya adalah ketakutan akan penolakan. Kamu mungkin takut untuk menyuarakan pendapat. Ini yang menyebabkan kamu tidak akan bertemu dengan persetujuan orang lain dalam hidup. Kamu memutuskan bahwa yang terbaik adalah tutup mulut.

Kamu mungkin merasa lebih nyaman untuk tidak mengungkapkan pendapat daripada berpotensi memiliki ketidaksetujuan karena konflik tidak nyaman. Banyak dari kita berusaha menghindari hal itu.

2. Berbohong pada diri sendiri

Terkadang, kamu dengan tulus tidak memiliki preferensi. Namun, ketika kamu benar-benar melakukannya tetapi mengatakan, "Aku tidak peduli" baik kepada orang lain atau kepada diri sendiri, itu sama saja dengan berbohong tentang perasaanmu dan mencoba membuat alasan untuk merasa lebih baik. Terkadang kamu juga menyatakan bahwa apa yang diinginkan tidak penting. Namun, untuk menghindari konflik luar dari memiliki pendapat mengarah ke konflik batin karena kamu peduli bahwa kamu memiliki pendapat tetapi tidak ingin mengungkapkannya.

 

3. Tidak tahu apa yang diinginkan

Depresi
Ilustrasi Depresi/copyright shutterstock.com

Mengatakan "Aku tidak tahu" mungkin terasa sangat benar ketika itu keluar dari mulutmu tetapi itu adalah kebohongan lain. Kurangnya kejelasan tentang apa yang kamu inginkan berasal dari ketidakmampuan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan kepada orang lain atau diri sendiri.

Konflik batin di sekitar apa yang diinginkan dimulai sejak awal masa kanak-kanak ketika kamu diajari perbedaan antara orang yang baik dan jahat. Sayangnya, beberapa hal yang diinginkan dalam hidup menantang keyakinan yang telah kamu pelajari tentang apa artinya menjadi baik. Jadi, kamu takut orang lain akan menganggapmu buruk.

Kamu tidak tahu apa yang diinginkan tetapi bisikan lembut hati kecilmu terdapat begitu banyak lapisan penilaian diri sehingga kamu bahkan tidak bisa mendengarnya, apalagi mengekspresikannya.

Terkadang, ketika mendengar bisikan-bisikan itu, kamu berpikir bahwa kamu tidak dapat memiliki apa yang diinginkan, kamu memutuskan untuk tidak membagikan keinginan itu dengan orang lain atau bahkan dengan diri sendiri.

 

4. Tidak memiliki tujuan

Depresi
Ilustrasi Depresi/copyright shutterstock.com

Tidak memiliki tujuan adalah tanda lain dari depresi dirimu sendiri. Tanpa pendapat yang kuat, emosi yang kuat, dan keinginan yang kuat, kamu tidak akan mengetahui tujuan di dunia ini. Tampaknya kacau tetapi tentu ada kejelasannya. Depresi yang mendorongmu menjadi orang yang punya tujuan.

Kamu berada di sini karena alasan kuat di dunia ini. Jika kamu tahu bahwa berada di sini karena suatu alasan tetapi tidak tahu apa alasannya, kamu tidak menghayati ekspresi dan emosi dengan penuh. Kelanjutan dari pola itu bisa membawa ke keputusasaan yang lebih dalam.

Komunikasi adalah jantung dari kemampuan untuk hidup dengan kualitas yang luar biasa. Membuka komunikasi dengan orang lain itu penting tetapi berkomunikasi dengan diri sendiri dan dunia adalah elemen yang sama pentingnya.

Nah, itulah beberapa gejala depresi yang harus diwaspadai jika ini terjadi pada dirimu. Semoga bermanfaat untuk kalian, Sahabat Fimela.

 

(Rafinda Eki Puspitasari)

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓