Memilih untuk Menjadi Diri Sendiri, Lebih Bahagia Jalani Hidup

Endah Wijayanti01 Feb 2020, 10:45 WIB
lebih percaya diri

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Dhevi Citra - Ponorogo

Selamat tinggal rasa rendah diri, selamat tinggal perasaan cemas, selamat tinggal perasaan sedih, dan selamat datang diri yang penuh rasa syukur. Setiap permasalahan yang menghampiri mampu menempa diri kita untuk menjadi seorang pribadi yang kuat.

Saya bukanlah anak perempuan yang baik, istri yang baik, maupun ibu yang baik. Menjadi anak tunggal yang selalu diandalkan oleh keluarga dan harus mampu melindungi keluarga, menjadi ibu sekaligus wanita karier yang harus LDR dengan suami saya. Terlebih ketika melihat teman seangkatan yang sudah dalam pencapaian hidup tinggi dan mapan terkadang membuat saya semakin merasa rendah diri untuk melakukan semua itu.

Bahkan pernah suatu waktu saya konsultasi dengan seorang psikolog dan harus didiagnosa depresi adalah pukulan yang berat. Melalui terapi dan adanya niatan dalam diri sendiri untuk selalu mampu melakukan dan berpikir positif yang harus saya lakukan berulang-ulang untuk setiap harinya hingga akhir tahun kemarin. Saya mulai menyadari bahwasannya diri kita harus bahagia terlebih dahulu, sebelum membahagiakan orang lain.

Being yourself is the important thing, no matter people say it is right or wrong.

karakter zodiak
ilustrasi./Photo by Denner Trindade from Pexels

Perempuan lebih mudah mengingat suatu perkataan dibandingkan dengan laki-laki, otak perempuan juga lebih cepat mereka kata-kata dari orang lain. Perkataan dari orang lain tersebut terkadang sering menjadi penghalan bagi diri kita untuk terus maju, contohnya seperti perkataan yang cukup sepele, "Kamu kok gendutan/kurusan. Kulit kamu kok jadi lebih hitam. Kamu kok nggak bisa kayak si Anne si Budi yang punya pasangan kaya. Kamu udah kerja bertahun-tahun kok gak punya tabungan. Anak kamu kok kurus sih,” dan bla... bla.. bla.... Sudah saatnya diri ini menjadi pribadi yang lebih berharga karena sudah lelah bekerja keras. Kita tidak bisa memaksa diri dan lingkungan kita bisa selalu sempurna, tidak. Paling tidak cukup butuh “keseimbangan”.

Ibarat istilah bahwa dunia ini adalah panggung sutradara. Maka pilihannya kita akan memilih sebagi apa? Apakah cukup menjadi penonoton? Tokoh utama? Atau sutradara? Apabila kita lebih memilih menjadi tokoh utama dalam drama kehidupan kita, maka akan semakin kita berlarut dalam melalui masalah kita. Maka saya pun mulai memutuskan untuk menjadi sutradara dalam hidup saya sendiri.

Saya berhak untuk menentukan pilihan dan berhak berbahagia menjadi diri saya sendiri seutuhnya. Meskipun belum sepenuhnya menjadi sosok yang terbaik, tapi selalu mencoba menjadi pribadi yang lebih baik mulai tahun ini.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓