Menyenangkan Hati Orang Lain Ternyata Menggembirakan

Endah Wijayanti02 Feb 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 02 Feb 2020, 09:15 WIB
persahabatan

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Galuh - Jakarta

Change the old me, ini salah satu kalimat yang bisa bikin aku senyum seketika saat baca. Kenapa harus diubah? Hmm mungkin aku bisa cerita "the old me" nya dulu kali ya? Sebenarnya tak banyak yang bisa diceritain juga, intinya kalau kalian kenal aku yang dulu mungkin akan menyesal. Aku adalah orang paling apatis sedunia. Buatku, apa pun yang tak ada urusannya sama aku adalah hal tak penting. Kenapa aku harus perduli banget sama orang lain, sementara tak ada yang akan jamin orang lain bisa perduli sama aku? Buang-buang waktu saja.

Hal paling sederhana ada di tulisan yang sering dipajang di banyak gedung dari zaman dulu, 5S. Ada salam, senyum, sapa, sopan, dan santun. Aku ngelakuin itu? Iya dong. Tapi cuma sama orang tertentu aja, selebihnya 5S akan berubah jadi "sini sana sendiri sendiri saja". Tuntutan untuk nyelesain tugas bersama tuh neraka buatku, keburu pusing duluan ngebayangin harus banyak basa basi tak penting. Lebih banyak ngobrolnya daripada ngerjain kewajiban. Orang bilang sih aku introver, tapi nggak juga sebenarnya. Pada dasarnya aku akan berbaik hati sama orang-orang atau kondisi yang buat aku nyaman kok. Manusiawi kan?

Kayaknya benar yang dibilang banyak orang, harus ada yang 'nyentil' dulu biar sadar. Sebenarnya ini nggak sengaja juga sih, semacam hidayah gitu. Ingat banjir awal tahun kemarin kan? Jadi tidak sengaja aku harus ikut temenku, karena secara tidak sengaja aku terlanjur gabung di komunitasnya. Tadinya aku nolak tapi mau tak mau akhirnya ikut juga menyalurkan bantuan buat para korban.

Buat aku yang paling males berurusan sama banyak orang, itu pengalaman paling tak bisa bikin aku komen. Kami ke salah satu pengungsian korban banjir di Jakarta, dan itu penuh banget. Dari mulai bayi sampai kakek nenek semua kumpul jadi satu, semua di satu ruangan. Aku tiba-tiba merasa sesak, bukan karena kurang udara tapi sakit aja ngeliatnya. Aku juga tak mengerti kenapa.

 

Berusaha Lebih Ramah

Sahabat
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Tirachard Kumtanom

Waktu itu temanku menyuruhku bantu membagikan makanan ke para pengungsi, tak lupa sambil bilang, "Jangan judes." Aku memang paling deket sama dia, jadi dia tahu banget karakterku. Pas lagi bagi-bagiin makanan, aku ketemu seorang ibu yang gendong anaknya. Anaknya sekitar 2 atau 3 tahunan, nangis tak berenti. Aku lihat muka ibunya tak karuan, antara capek mungkin tapi ada juga marah sama sedihnya.

Sadar tak sadar aku nyamperin terus bilang, "Ibu makan dulu aja, sini adiknya biar sama aku," dan pastinya sambil berusaha senyum. Wah parah, rasanya aneh banget aku bisa melakukan hal semacam itu. Ibunya nangis di situ sambil bilang makasih berkali-kali. Si adik juga ternyata mau aku ajak main sampai ibunya selesai makan. Ibunya bilang tadi dia udah bingung, mau minta tolong juga semuaya sudah repot makanya dia senang waktu aku ngomong gitu. Temenku ternyata liat kejadian itu, di perjalanan pulang dia sedikit bisik-bisik, "Jadi orang baik itu gampang, nyenengin lagi, ya kan?"

Jadi, aku putusin buat Change The Old Me. Anggap saja ini resolusi 2020. Aku nulis ini di minggu terakhir Januari, kamu tahu apa yang aku rasain? Baru sebentar aku berusaha buat jadi teman yang baik, rasanya luar biasa. Sedikit lebay sih, tapi ya itu yang aku rasain. Padahal yang aku lakuin tak banyak, kayak minimal mulai coba senyum tiap ketemu orang, ngajak ngobrol teman yang sendirian atau menawarkan bantuan.

Ternyata rasanya memang menyenangkan, teman-teman yang lain juga jadi lebih sering sapa dan ajak aku hangout bareng. Jadi mikir kok ya tidak dari dulu aja begini, mungkin dulu mereka takut kali ya liat aku. Haha aku masih dalam tahap belajar di fase change the old me yang satu ini, doakan semoga aku bisa konsisten ya!

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓