Jangan Merasa Kecil Hati saat Orang Belum Sepenuhnya Memahami Kondisi Kita

Endah Wijayanti31 Jan 2020, 08:45 WIB
rindu ibu surga

Fimela.com, Jakarta Tahun baru, diri yang baru. Di antara kita pasti punya pengalaman tak terlupakan soal berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. Mulai dari usaha untuk lebih baik dalam menjalani kehidupan, menjalin hubungan, meraih impian, dan sebagainya. Ada perubahan yang ingin atau mungkin sudah pernah kita lakukan demi menjadi pribadi yang baru. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Change the Old Me: Saatnya Berubah Menjadi Lebih Baik ini.

***

Oleh: Agatis - Samarinda

Tahun baru 2020 ini menjadikan pribadi yang lebih dewasa dan bijak dalam menyikapi hidup. Hidup yang penuh dengan tantangan namun sarat makna. Mewarnai perjalanan hidup kita yang kelak kita jadikan sejarah dalam mengisi kehidupan kita. Kehidupan kita yang penuh dengan warna dan lika liku. Dan menjadi bahan pembelajaran agar ke depannya menjadi pribadi yang selalu memancarkan aura positif, lebih peka dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sekarang dan seterusnya itu adalah pilihan yang bijaksana.

Sepertinya mudah tapi terkadang agak sulit untuk dijalankan. Awalnya sangat sulit, tapi pelan-pelan hasilnya tidak hanya kita yang akan merasakan dampaknya. Tapi juga orang di sekeliling kita bukan?

Ini berawal dari lingkungan tempat saya tinggal. Banyak kegiatan sosial di lingkungan membuat saya berinteraksi dengan tetangga sekitar. Hampir tiap hari ada kegiatan mulai Pengajian Yasinan Malam Jumat di masjid dekat rumah, hari Minggu jalan santai buat kaum perempuan dan kerja bakti untuk kaum pria. Jadi, saya harus membagi waktu antara kerja dengan kegiatan sosial. Walaupun saya tidak terlalu rutin mengikuti karena faktor kecapekan setelah bekerja dan bersih-bersih rumah tapi setidaknya ada beberapa kegiatan yang saya ikuti. Fungsinya untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar. Alhasil, biar pun kami masih terbilang warga baru tapi kami cukup familier di mata tetangga.

Dengan kesibukan yang padat hingga memasuki fase titik stagnasi di mana jenuh, lelah jadi satu karena padatnya aktivitas, berdampak pada kesehatan tubuh melemah, gampang emosi, stres bahkan hilangnya nafsu makan. Sampai akhirnya saya merasa kelelahan dan jatuh sakit saya izin tidak masuk kerja selama tiga hari. Dan saya juga tidak mengikuti kegiatan pengajian karena kecapekan. Tapi, tetangga mengira saya sombong tapi saya tidak menghiraukan karena kondisi badan saya benar-benar drop.

Tak Semua Orang Bisa Memahami Kondisi Kita

karakter zodiak
ilustrasi./Photo by Fivesouls Faisol from Pexels

Selama saya sakit, saya merenung dan berpikir agar kehidupan saya harus seimbang antara kantor dengan kegiatan sosial. Bukannya tetangga mengerti akan posisi saya yang tidak hanya semata mengikuti kegiatan sosial tapi juga sebagai wanita karier yang bekerja di kantor. Otomatis waktu istirahat saya berkurang. Tidur hanya lima jam sehari. Karena siang saya masih bekerja di kantor. Jadi, selepas Isya saya sudah tertidur. Karena keesokan harinya pagi saya harus berangkat kerja.

Mindset saya akhirnya saya ubah. Tidak memikirkan omongan orang lain. Karena saya berusaha menjadi warga yang baik dengan berusaha meluangkan waktu saya antara bekerja dengan ikut kegiatan di sekitar rumah. Hal yang saya lakukan menjelaskan kepada mereka bahwa apabila saya absen dari kegiatan kampung itu karena saya harus membereskan kerjaan di rumah, karena dari Senin hingga Sabtu waktu saya full kerja kantor. Satu per satu tetangga mulai mengerti bahkan mereka salut apa yang saya lakukan. Bahkan mereka membandingkan dengan anak warga sekitar yang tidak pernah ikut kegiatan sosial lainnya dan hanya berdiam diri di kamar. Saya tidak meminta mereka mengerti dengan keadaan dan kondisi saya. Tapi saya hanya menjelaskan apa yang saya alami dan saya rasakan.

Akhirnya saya berusaha meluangkan waktu untuk me time agar tidak gampang stres dengan memanjakan diri mulai dari makan makanan favorit, nonton film favorit, menulis novel. Karena dengan cara seperti itu membuat kehidupan tidak monoton, bisa mengontrol emosi. Dan dengan cara tersebut ampuh memancarkan energi positif dalam diri kita. Membuat kita siap menghadapi segudang rutinitas kegiatan yang pastinya menyita waktu, tenaga, dan pikiran kita bukan? Tetangga pun akhirnya mulai menyadari dan memahami kondisi saya.

Dengan memancarkan aura positif hasilnya akan berdampak baik di sekeliling kita. Jangan pernah menyesal apa yang telah terjadi di kehidupan kita. Kita berhak bahagia dengan cara kita sendiri. Hidup harus seimbang.

#GrowFearless with FIMELA

Lanjutkan Membaca ↓