Takaran Tepat Mengonsumsi MSG dalam Sehari

Anisha Saktian Putri06 Feb 2020, 18:00 WIB
MSG/Unsplasj Emmy

Fimela.com, Jakarta Monosodium Glutamate atau yang lebih dikenal dengan MSG pada umumnya digunakan untuk penambah rasa gurih pada makanan. Namun, banyak masyarakat berpikir mengonsumsi MSG dapat merusak otak atau banyak orang menyebutnya 'lemot'.

Dengan bentuk Crystalline berwarna putih, MSG memiliki kandungan 78 persen asam glutamat dan 22 persen sodium dan air. Asam glutamat yang terkandung dalam MSG tidak memiliki perbedaan dengan asam glutamat yang terkandung dalam tubuh manusia dan dalam bahan-bahan makanan alami seperti keju, ekstrakkacang kedelai, dan tomat. Glutamat sendiri memiliki fungsi sebagai penghubung otak ke seluruh jaringan syaraf dan pengendali fungsi tubuh.

Lalu bahayakah mengonsumsi MSG? Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK(K) mengatakan penggunaan MSG pada makanan tidak berbahaya asalah dengan takaran yang tidak berlebihan.

"Konsumsi MSG masih aman ketika takarannya tidak berlebihan. Seperti 10ml gram per kilogram berat badan. Contonya anak 10 tahun, hanya membutuhkan 0,1 gram MSG perhari. Anak dan dewasa hampir sama takarannya," ujar prof. Pudji.

Sesuai berat badan

MSG
Ilustrasi MSG/copyright shutterstock Emmy

Prof Pudji mengatakan takaran seseorang mengonsumsi MSG sesuai berat badan. Contohnya jika berat badan seseorang sekitar 60 kg, maka takaran yang aman yaitu sekitar 6 gram atau satu sendok teh per hari.

"Menggunakan MSG dalam porsi yang tepat, membuat tubuh tetap sehat. Maka tak perlu dikhawatirkan konsumsi MSG memberikan efek negatif terhadap kesehatan," tambahnya.

Pada tahun 1971, 1974 dan 1987, Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari United Nations Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tidak diperlukan adanya ADI atas MSG secara khusus. Begitupun berdasarkan evaluasi yang dilakukan European Commission’s Scientific Committee for Food pada tahun 1991 menyatakan secara resmi bahwa MSG itu aman untuk digunakan sehingga tidak diperlukan adanya ADI atas MSG.

 

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓