Inovasi Mesin Espresso Era Baru Penuhi Kebutuhan Kedai Kopi Masa Kini

Novi Nadya16 Feb 2020, 14:00 WIB
Victoria Arduino meluncurkan Eagle One

Fimela.com, Jakarta Kedai kopi dengan beragam tipe dapat dengan mudah kita temui di mana saja. Dengan skill barista dan mesin kopi yang dipakai, kedai lokal atau individual pun mampu bersaing dengan coffee shop franchise dari luar negeri. 

Seperti coffee machine rilisan terbaru dari Victoria Arduino, Eagle One yang lahir dari kebutuhan generasi kedai kopi masa kini. Memberikan personalisasi para barista dan coffee shop itu sendiri, mesin ini bisa beradaptasi dengan berbagai jenis kedai kopi dari pop hingga glamor.

Mesin kopi yang didesain oleh The International Ambassador of Exellence and Italian Design Giulio Cappellini ini menjual desain, performa, dan fitur ramah lingkungan. Arsitek Carlo Viglino juga terlibat dalam menciptakan model Eagle One serta Influencer kopi dan penulis buku James Hoffmann ikut turun tangan memberi masukan tentang kebutuhan kedai kopi masa kini.

"Barista membutuhkan mesin yang compact dengan desain ergodinamis sehingga mudah digunakan sekaligus mampu menyajikan kopi dalam jumlah banyak dengan rasa konsisten," ujar James saat memberi pemaparan di Art Gallery, Mall Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, Sabtu (15/2).

 

 

Inovasi Eagle One

Victoria Arduino meluncurkan Eagle One
Vittirio Sandalli, Italian Ambassador, Michele Mastrocola, Senior Sales Area Manager Simonelli Group, James Hoffman, World Barista Champion 2007, dan Tony Arifin, CEO Toffin Indonesia, serta Federico Ippodimonte, South East Asia Manager Simonelli Group Asia Pacific PTE

Inovasi Eagle One benar-benar mewakili gelombang terbaru industri kopi dengan dengan konsep desain yang lebih luas. Sebab itu, penelitian dan teknologi tidak menjadi satu-satunya dasar, melainkan bisa menyeimbangkan antara estetika kualitas dan fungsi yang bisa memenuhi kebutuhan user dan konsumen. 

"Desain jadi keunggulan utama Eagle One. Mesin kopi ini memenuhi kebutuhan terkini para generasi terbaru kedai kopi lewat desain simple dan compact. Teknologi terbarunya Neo Engine Optimization (NEO) menjadi komponen utama yang membuat mesin kopi ini bisa mengurangi konsumsi energi meski ukurannya lebih compact," lanjut James.   

Teknologi NEO sekaligus menjawab permasalahan dan menjadi solusi menghasilkan performa tinggi yang sama dengan mesin sejenis namun bisa mengurangi biaya. Mesin ini menggunakan sistem penghangat instan yang menggunakan air secukupnya untuk melakukan ekstraksi untuk dipanaskan, sehingga mengurangi biaya yang didapatkan dari penggunaan energi.

Eagle One juga diciptakan untuk berkontribusi dalam mengurangi polusi dunia. Dengan menggunakan materi baru dan desain yang unik, mesin ini bisa mengurangi emisi CO2 dibandingkan dengan mesin sejenis.

 

Kelestarian Lingkungan

Victoria Arduino meluncurkan Eagle One
Victoria Arduino meluncurkan Eagle One mesin kopi terbaru yang lahir dari kebutuhan generasi kedai kopi masa kini (@jimseven)

LCA (Life Cycle Assessment) mendemonstrasi bagaimana Eagle One mengurangi 23% pengaruh terhadap lingkungan dibandingkan dengan mesin lain di kategori yang sama. Teknologi baru yang sudah dipatenkan T.E.R.S. (The Temperature Energy Recovery System) juga berkontribusi dalam pengurangan tersebut.

Sistem menggunakan air yang dibuang untuk menghangkatkan air yang akan masuk. Hasilnya adalah menghemat 8% dari total konsumsi mesin.

Eagle One menyeimbangkan antara desain, inovasi, dan kelestarian lingkungan untuk memberikan pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan untuk barista dan pecinta kopi. Teknologi ini juga melahirkan generasi baru di industri kedai kopi lewat aplikasi yang bisa dijalankan dengan smartphone sehingga bisa berbagi pengalaman dan informasi.

James Hoffman
James Hoffman, World Barista Champion 2007, tengah meracik kopi menggunakan mesin kopi terbaru dari Nuova Simonelli, Victoria Arduino Eagle One didampingi oleh Tony Arifin, CEO Toffin Indonesia di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan (15/02).

#GrowFearless 

Lanjutkan Membaca ↓