Calon Suamiku Ternyata Masih Berstatus sebagai Suami Orang

Endah Wijayanti24 Feb 2020, 09:19 WIB
cinta mati

Fimela.com, Jakarta Tak pernah ada yang bisa baik-baik saja saat terjebak dalam hubungan yang beracun (toxic relationship). Baik dalam hubungan keluarga, kerja, pertemanan, hingga hubungan cinta, terjebak dengan seseorang yang memberi kita luka jelas membuat kita menderita. Namun, selalu ada cara dan celah untuk bisa lepas dari hubungan yang beracun tersebut. Selalu ada pengalaman yang bisa diambil hikmahnya dari hal tersebut. Simak kisah Sahabat Fimela berikut yang diikutsertakan dalam Lomba Let Go of Toxic Lover ini untuk kembali menyadarkan kita bahwa harapan yang lebih baik itu selalu ada.

***

Oleh: S

Orang bilang cinta itu buta. Di saat hati berbunga-bunga yang terlihat hanya keindahan semata. Hal tersebut benar adanya. Aku sendiri pernah mengalami cinta buta yang nyaris membawa ketidakbahagiaan dalam hidupku.

Ini bukan hubungan asmaraku yang pertama kali, tapi aku berharap inilah yang terakhir. Kami berkenalan belum terlalu lama, masih dalam hitungan bulan. Akan tetapi kami sudah merasa saling cocok dan sepakat untuk melanjutkan ke tahap yang lebih serius.

Ketika aku memperkenalkannya sebagai calon pendamping kepada kedua orangtua, aku tahu keduanya ragu merestui pilihan anak gadisnya karena perbedaan status kami. Iya, calonku sudah pernah menikah dan diakuinya sudah resmi bercerai. Restu akhirnya kami dapatkan, setelah kami berdua bisa meyakinkan kedua orangtuaku.

Persiapan pernikahan pun dilakukan hingga hampir 80% rampung. Ketika itulah aku harus menghadapi kenyataan pahit, bahwa pernikahan ini tidak mungkin dilaksanakan. Calon suamiku ternyata telah berbohong. Dia tidak pernah bercerai dari istri pertama dan masih berstatus sebagai suami orang.

 

Berita Buruk

Ilustrasi
Ilustrasi. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Berita buruk ini disampaikan oleh kakakku yang tidak percaya begitu saja mulut manis lelaki. Kakakku mencari tahu dan menemui langsung wanita beranak satu yang masih berstatus sebagai istri sah calon suamiku. Kakakku juga membawa beberapa bukti karena yakin aku pasti tidak akan mudah percaya begitu saja.

Cinta telah membuatku buta. Selama ini aku bukannya tidak pernah mendengar selentingan kabar tentang calon suamiku yang katanya playboy. Bukan sekali dua kali teman-teman dekatku menasihati untuk memikirkan ulang keputusanku hendak mengakhiri masa lajang. Tapi saat itu, hati dan hariku selalu penuh bunga dengan semua rayuan dan perhatiannya.

Sungguh berat rasanya di saat aku memutuskan membatalkan rencana pernikahan. Sedih, sakit hati, malu, putus asa, semua rasa bercampur dan membuatku harus menghindari bertemu dengan orang-orang beberapa saat. Tetapi, inilah keputusan terbaik yang bisa kuambil untuk menyelamatkan hidupku sendiri.

Perilaku tidak jujur bukanlah hal yang baik, apalagi untuk memulai sebuah hubungan jangka panjang. Aku tidak tahu akan jadi seperti apa nantinya sebuah keluarga dan kehidupan berumahtangga tanpa adanya kejujuran dan rasa saling percaya. Maka, aku harus memilih untuk merasa sakit di awal dengan tidak melanjutkan toxic relationship ini. Semoga suatu hari nanti, akan ada seseorang yang bisa menyembuhkan dan membuatku lupa akan rasa sakit ini.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓