Mencintai Diri Sendiri adalah Modal Awal untuk Lebih Berani

Endah Wijayanti07 Mar 2020, 11:15 WIB
bekerja guru

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: Lita

Bicara soal self love, aku baru aja berhasil menemukan jalan untuk lebih peduli, cinta, sayang sama diri sendiri. Insecurity terhadap diri sendiri ini benar-benar menjadi isu yang besar buatku selama 6 bulan terakhir.

Menghadapi insecurity ini susah, sungguh, seperti tumor yang perlahan membesar dan menggerogoti badan. Oh ternyata, penyakit mental itu lebih bahaya dibanding penyakit fisik. Sembuhnya lama. Hanya kita yang tahu dan paham apa yang diri ini butuhkan.

Insecurity-ku tidak jauh dari rasa tidak mampu, tidak kompeten, tidak maksimal, tidak menghasilkan, tidak membanggakan di dalam keluarga. Perasaan seperti tidak dihargai, tidak diperhatikan, tidak dipedulikan terus menggerayangi pikiran. Sepele, hanya karena aku memutuskan untuk tidak bekerja lagi setelah menikah.

Karena di keluargaku memiliki prinsip, bekerja dan berkarier itu membanggakan. Dan yang tidak bekerja, hanya bisa menyusahkan. Apalagi aku dan suami masih tinggal dengan orangtua.

Akibatnya dari pikiran mental itu, aku pernah ada di dalam kondisi seperti I have no one. No one cares about me. Apa pun yang aku lakukan salah, tidak ada gunanya.

Nggak terhitung sudah berapa kali aku menangis karena hati dan pikiran ini sakit, terluka, dan kecewa. Aku benci diri sendiri, terus bertanya salahku apa, kenapa tidak ada yang peduli padaku. Apa yang harus aku lakukan agar mereka mau mengerti bahwa hal ini melukaiku.

Tuhan Maha Baik

kisah my forgiveness matters 11
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Hari demi hari, bulan pun berganti. Satu yang kuyakini, Allah itu Maha Baik. Allah mengirimkan suami yang pengertian, yang tahu aku sedang dalam proses menemukan jati diri. Ujianku ya diriku sendiri. Dia selalu bilang, kenapa aku selalu menyalahkan diri sendiri, tidak sayang diri sendiri. Padahal ada orang lain yang sayang dan menerima ku apa adanya.

Kalau saat ini kamu ada di bawah, Allah berarti sedang menguji imanmu. Allah pasti, suatu saat akan menaikkan derajatmu.

Sayangi dirimu, ingat apa yang telah dirimu lakukan dulu. Hargai dirimu, karena kamu telah berusaha menjadi the best version of yourself. Karena yang bisa menjadi tumpuanmu hanya dirimu. 

Dan ya, alhamdulillah setelah struggling dengan insecurities selama hampir 6 bulan, Allah menunjukkan jalan yang lebih terang. Aku mendapat pekerjaan yang membuat pikiranku sibuk, menjauhkan diri ini dari pikiran buruk. Percaya bahwa kalau aku sayang pada diriku, orang-orang akan berlaku begitu padaku.

Sekarang aku paham, mencintai diri sendiri adalah modal awal untuk lebih berani, lebih percaya diri. Aku sayang diriku, aku tahu diriku telah bekerja keras, telah banyak mengalami naik turun kehidupan.

Dan apa pun yang akan terjadi dimasa depan, aku yakin, aku dan diriku ini mampu untuk menjalaninya. Karena aku hanya punya diriku, satu-satunya orang yang tidak akan meninggalkanku terpuruk, yang akan selalu mendukung setiap langkah hidupku.

Hai Lita, terima kasih telah berjuang selama ini. Aku tahu aku selalu memintamu untuk selalu kuat dan tegar, tapi tidak pernah paham bahwa kamu punya keterbatasan. Maafkan aku karena menuntutmu terlalu banyak tanpa memberimu rewards. Aku janji, aku akan lebih peduli padamu, nggak akan lagi menyalahkanmu. Aku janji aku akan menjadi sahabat terbaikmu, di kala sedih dan senang. 

I love you Lita, I love myself.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓