Refleksi Diri dengan Cara Mencintai Diri Sendiri

Endah Wijayanti10 Mar 2020, 14:45 WIB
kisah my forgiveness matters 5

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: Selvy Arianti

Aku mulai mempelajari self love pertama kalinya saat Fimela mengunggah info lomba artikel dengan tema mengenai hal tersebut. Rasa penasaranku semakin tinggi untuk mengetahui lebih banyak ketika membaca tulisan sahabat Fimela lainnya yang apik dan inspiratif.

Seperti mimpi indah ketika dapat kembali menulis mengenai self love dari semenjak beberapa kali mengirimkan tulisan ke Fimela.com. Aku mulai berpikir, kisah yang ditulis ini dan sebelumnya dapat dijadikan bahan refleksi diri.

“Aku berguna, tidak seperti yang aku pikirkan sebelumnya.”

“Gagal adalah hal biasa dalam sebuah perjuangan, justru aku semakin menyesal kalau menyerah duluan sebelum berjuang.”

Malu pada orangtua yang kerja banting tulang demi sesuap nasi dan anak-anak yang bertanya kepadaku tentang keingintahuannya mengenai segala sesuatu. Sementara aku, masih saja terpaku dan larut memikirkan masa kelam juga tangisan yang seringkali tiada gunanya.

Berdamai dengan diri sendiri, terdengar sangat mudah dilakukan namun sering tidak konsistenlah yang membuatku terpuruk semakin dalam. Untuk segala bullying semasa kecil, aku sudah tidak hidup di masa itu. Kesedihan itu telah berlalu, aku lebih memilih untuk menjalani hari-hari dengan bahagia, tentunya versi diriku sendiri.

Aku setuju saat ada yang mengatakan bahwa self love diartikan sebagai bentuk mencintai kelebihan dan menerima kekurangan diri. Mengingat usiaku rentan dengan quarter life crisis, bagiku self love sangatlah berguna.

Mencintai Diri dengan Cara Sederhana

kisah my forgiveness matters 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Suatu hari saat konsultasi dengan dokter, aku diingatkan untuk memperbanyak meminta pertolongan Tuhan, berdamai dengan diriku, dan mencintai kehidupan saat ini. Sebelumnya, aku jelaskan kepada dokter mengenai beberapa hari yang lalu tidak memiliki gairah untuk melanjutkan hidup dan semua yang sudah diperjuangkan rasanya sia-sia. Setelah berkonsultasi, aku baru menyadari, hidup terasa seperti membawa beban kemana pun kaki melangkah.

Beban yang aku rasakan memang banyaknya dari kejadian masa lalu, sesuatu yang tidak bisa diulang bahkan diubah. “Hei, tidak ada orang yang tidak punya masa lalu," ucapku kepada pikiran yang sedang runyam.

Saat menjelang tidur malam, aku mulai membiasakan mengelus rambut sendiri. Lalu aku katakan, “Terima kasih sudah berjuang hingga kini, istirahatlah, besok bangun dengan ceria." Tidak hanya itu saja, aku juga berdoa ketika beribadah, sebagai bentuk meminta pertolongan serta rasa syukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan hidup untukku.

Lagu dan Buku yang Memotivasi

kisah my forgiveness matters 1
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Tenangkan hati

Semua ini bukan salahmu

Jangan berhenti

Yang kau takutkan takkan terjadi

(Rehat, Kunto Aji)

Sejak mengetahui lirik lagu yang berjudul Rehat karya Kunto Aji, aku seperti diingatkan untuk menenangkan hati, pikiran serta mengantisipasi hal buruk yang mungkin saja tidak aku sadari pernah dan kelak akan terjadi.

Selain lagu, sebenarnya aku juga membaca dua buku yang menurutku terkait dengan self love, dua buku tersebut di antaranya:

1. Pertolongan Pertama pada Emosi Anda: Panduan Mengobati Kegagalan, Penolakan, Rasa Bersalah, dan Cedera Psikologis Sehari-hari Lainnya karya Guy Winch, Ph.D.

2. Bagaimana Mengobati Patah Hati karya Guy Winch, Ph.D.

Masih banyak buku yang membahas mengenai self love namun karena dua buku yang dicantumkan sebelumnya belumlah selesai dibaca keseluruhan, aku mengontrol diri membeli buku lainnya. Lalu apa sebenarnya manfaat self love untukku saat ini? Banyak, sangat banyak.

Ketika mendapati diriku diremehkan, dikucilkan atau bahkan dianggap tidak ada, aku tersenyum dan berkata kepada diri sendiri, “Mereka hanya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, jangan benci mereka agar diri tetap damai.”

Suatu hari aku melihat seseorang berdebat yang berujung dengan tangisan. Aku katakan kepadanya, “Tidak perlu berdebat memakai hati dengan orang yang hanya ingin menang sendiri, lihatlah sekarang ini, kamu menangis tapi dia tak menggubris."

Rupanya dalam berdebat pun pola pikirku sedikit berubah setelah memahami manfaat mencintai diri sendiri. Jadi, maukah kamu mencintai diri sendiri mulai saat ini? Aku yakin bahwa kamu jauh lebih baik dariku perihal mencintai, bahkan cinta terhadap diri sendiri.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓