Hidup Dibanding-bandingkan dengan Saudara Sendiri Memang Tak Mudah

Endah Wijayanti19 Mar 2020, 10:45 WIB
perempuan berjuang dalam keterbatasan

Fimela.com, Jakarta Mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois. Justru dengan mencintai diri sendiri, kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Di antara kita ada yang harus melewati banyak hal berat dalam hidup sampai rasanya sudah tak punya harapan apa-apa lagi. Namun, dengan kembali mencintai diri sendiri dan membenahi diri, cahaya baru dalam hidup akan kembali bersinar. Melalui salah satu tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba My Self-Love Story: Caramu untuk Mencintai Diri ini kita akan memetik sebuah inspirasi baru yang dapat mencerahkan kembali hidup kita.

***

Oleh: Munika Duri

Perkenalkan semuanya, aku Munika. Aku anak kedua dari empat bersaudara yang semuanya perempuan. Sayang wajahku tak seelok kakak dan adikku hingga komentar serta olokan sering sekali terdengar di kupingku. Itulah mengapa sejak kecil aku membenci diriku bahkan hingga menyesali kenapa aku dilahirkan jika hanya untuk dibanding-bandingkan.

Tak hanya sanak saudara ataupun tetangga, teman-teman di sekolah juga hampir tak percaya jika aku dan kakakku itu saudara kandung. Sedih sekali rasanya tapi aku bisa apa. Setiap kali aku protes pada ibuku, beliau malah tertawa dan menggoda katanya aku ini anak yang ditemukannya dari kebun kelapa. Apalah daya aku yang terlanjur kesal lagi-lagi hanya bisa menangis, meratap sambil menulis semua kesedihanku di buku diari hingga hatiku merasa lega.

Awal Kelas 1 SMA

Bersyukur sekali di SMA, aku tak lagi berada di sekolah yang sama dengan kakakku sehingga tak ada lagi komentar soal fisik yang kudengar. Di sini aku bisa fokus belajar dan bahkan tak kusangka aku bisa masuk peringkat tiga besar. Dari situ aku bertekad, kalau aku tidak bisa secantik kakakku, setidaknya aku bisa lebih berprestasi sehingga ada yang kubanggakan. Sejak itu aku belajar mencintai diriku dengan menggali setiap kelebihanku. Aku tekun belajar, membaca dan menulis hingga akhirnya bisa lulus SMA dengan hasil yang memuaskan.

Aku yang Sekarang

perempuan berani
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@mentatdgt-330508

Selepas SMA, aku melanjutkan kuliah di bidang pendidikan dan menekuni dunia tulis menulis. tak hanya itu, aku semakin mencintai diriku dengan memperhatikan penampilanku juga merawat wajah dan tubuhku. Singkat cerita selulus kuliah, aku langsung mengajar di sebuah sekolah dasar dekat rumah juga menjadi penulis freelance.  Alhamdulillah kini orang-orang tak lagi memanggilku si hitam tapi justru lebih mereka justru menghormatiku bahkan ada pula yang terang-terangan memuji hasil perjuanganku selama ini sehingga membuatku lebih berterima kasih lagi terhadap apa yang sudah aku punyai.

Terima kasih masa lalu sudah menguatkanku dan selamat datang masa depan, kusambut kau dengan sejuta senyuman. Karena masa depan kita sendiri yang menentukan.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by