Alasan Perokok Lebih Rentan Terkena Virus Corona

Anisha Saktian Putri30 Mar 2020, 11:30 WIB
Ilustrasi merokok/Unsplash Pascal

ringkasan

  • Perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus karena reseptor virus dalam tubuh akan meningkat ketika merokok.
  • Tak hanya rokok konvesional, rokok elektrik pun lebih mudah terjangkit Covid-19
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Virus corona atau Covid-19 dapat menular dari percikan atau droplet, doplet dari orang yang batuk langsung bisa mengenai orang-orang di sekitar atau partikel yang lantas dihirup orang di sekitarnya. Hal itu karena droplet tersebut bisa bertahan di udara (aerosol) hingga empat jam.

Mak tak heran jika virus corona dapat menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Namun, ada beberapa kelompok tertentu yang lebih mudah terpapar covid-19 ini, diantaranya lanjut usia, memiliki riwayat penyakit, dan perokok.

Mengapa perokok lebih rentan terkena covid-19? Badan Kesehatan Dunia, WHO mengatakan jika tindakan merokok berarti jari (kemungkinan rokok yang terkontaminasi) bersentuhan dengan bibir yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan virus dari tangan ke mulut. Perokok mungkin juga sudah memiliki penyakit paru-paru atau kapasitas paru-paru yang berkurang, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti mudahnya tertular virus corona.

Perokok aktif juga memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus karena reseptor virus dalam tubuh akan meningkat ketika merokok.

Rokok elektrik

[Fimela] ilustrasi masker
masker untuk menghindari virus corona | pexels.com/@cottonbro

Tak hanya rokok konvesional, rokok elektrik pun lebih mudah terjangkit Covid-19. Kebiasaan mengisap vape dapat memengaruhi risiko virus Corona lebih sulit, karena lebih baru dan tak ada banyak penelitian tentang bagaimana vaping memengaruhi fungsi kerja paru-paru.

Menurut Dr. Yasir Tarabichi seperti dikutip dari MetroHealth berdasarkan apa yang diketahui sejauh ini, kemungkinan vaping menyebabkan kerusakan pada paru-paru pasien dan membatasi kemampuan mereka untuk melawan penyakit.

"Saya tidak mencoba mengatakan vaping adalah hal yang mengerikan karena saya tahu bahwa ada orang yang mungkin menggunakan vape untuk membantu mereka berhenti merokok, ingin beralih dari rokok ke rokok elektronik. Yang tidak diketahui masyarakat adalah apakah rokok elektronik lebih buruk daripada rokok biasa," papar Tarabichi.

Atau menggunakan water pipes atau yang lebih dikenal dengan shisha pun rentan terkena Covid-19 dikarenakan melibatkan pembagian bagian mulut dan selang, yang dapat memfasilitasi transmisi COVID-19 dalam pengaturan komunal dan sosial.

Kondisi yang meningkatkan kebutuhan oksigen atau mengurangi kemampuan tubuh untuk menggunakannya dengan benar akan menempatkan pasien pada risiko yang lebih tinggi terhadap kondisi paru-paru yang serius seperti pneumonia.

Dua studi dari China yang juga menggambarkan kondisi pasien virus Corona dengan riwayat merokok, yang memburuk saat perawatan.

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓