Kenapa Sering Mimpi Buruk? Kenali 7 Pemicu Umumnya

Endah Wijayanti03 Apr 2020, 15:35 WIB
kurang tidur

ringkasan

  • Rasa Cemas dan Stres
  • Depresi
  • Makan sebelum Tidur
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Saat kecil mungkin kita masih ingat betapa takutnya kita ketika mengalami mimpi buruk. Ternyata rasa takut itu juga masih akan kita rasakan saat dewasa. Ketika sudah dewasa pun, mimpi buruk saat tidur tetap terasa menakutkan.

Melansir sleep.org, sekitar 50% orang dewasa mengalami mimpi buruk. Di antara kita mungkin juga ada yang masih bermimpi buruk. Atau mungkin beberapa waktu belakangan sering mimpi buruk ketika tidur? Mengutip universityhealthnews.com, ada tujuh pemicu umum kita mengalami mimpi buruk. Coba kita ungkap satu per satu di sini.

1. Rasa Cemas dan Stres

Ada rasa cemas yang berkaitan dengan masalah yang sedang dihadapi? Mengalami stres yang cukup menyiksa beberapa waktu belakangan ini? Rasa cemas dan stres bisa memicu munculnya mimpi buruk ketika kita tidur.

2. Depresi

Gangguan suasana hati yang berkaitan dengan perubahan dalam hidup seperi perceraian, putus cinta, kematian orang tercinta, masalah finansial, atau masalah dalam karier bisa memicu depresi. Kondisi depresi yang kita alami pun bisa memicu mimpi buruk.

3. Makan sebelum Tidur

Kudapan malam hari meningkatkan metabolism sehingga membuat otak kita lebih aktif. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Psychophysiology mengungkapkan bahwa makanan pedas dan makanan cepat saji memicu lebih banyak gelombang otak. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Journal of The Mind and Body menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh partisipan mengalami mimpi buruk setelah makan makanan cepat saji tepat sebelum jam tidur. 

 

 

 

4. Kurang Tidur

kurang tidur saat diet
Dampak kurang tidur./Copyright pexels.com/@vanyaoboleninov

Tubuh sangat letih karena kurang tidur? Masalah ini juga bisa memicu mimpi buruk saat kita berusaha tidur. Mengatur jadwal tidur akan jadi masalah tersendiri agar bisa mendapat tidur yang lebih nyenyak tanpa mimpi buruk.

5. Gangguan Tidur

Gangguan tidur seperti sleep apnea, restless leg syndrome, dan berkedut saat tidur dapat menyebabkan mimpi buruk.

6. Konsumsi Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan seperti obat anti depresi bisa memengaruhi senyawa otak. Sehingga membuat kita mengalami mimpi buruk saat tidur.

7. Efek Penghentian

Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu seperi pil tidur atau menghentikan konsumsi alkohol (bila selama ini sudah sangat kecanduan alcohol) juga dapat menyebabkan mimpi buruk saat tidur. Efek penghentian atas konsumsi sesuatu yang sudah jadi kebiasaan atau kecanduan bisa memengaruhi kualitas tidur kita.

Jika masalah mimpi buruk semakin mengkhawatirkan dan terus berulang, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter, ya.

 

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓