3 Dampak Akibat Kamu Tidak Berani Menolak Sesuatu

Imelda Rahma09 Apr 2020, 07:35 WIB
Menolak Sesuatu

Fimela.com, Jakarta Butuh keberanian memang untuk menolak sesuatu karena tidak semua orang bisa melakukannya. Kebiasaan seperti perasaan tidak enak, takut kurang sopan, dan sebagainya sebenarnya adalah perangkap jika kita tidak berani menolak sesuatu. Walaupun terlihat sepele, dampaknya bisa memengaruhimu seumur hidup.

Dalam kehidupan kita akan selalu menjumpai momen dimana kita harus memilih, seperti yang banyak dikatakan orang bahwa hidup memang pilihan. Ketika diposisi itu, jawabannya hanya dua, memilih atau tidak memilih. Sayangnya, banyak orang selalu terjebak karena posisi tidak berani menolak sesuatu.

Keberanian untuk menolak sesuatu menunjukkan kekuatanmu dan ketangguhanmu terhadap sesuatu. Tentunya ketika kamu menolak sesuatu perlu alasan yang logis dengan banyak pertimbangan. Kamu tidak bisa asal menolak begitu saja, karena akan terkesan tidak dewasa tetapi jika kamu sudah tahu jelas itu tidak baik, tidak ada salahnya menolak.

Pada artikel kali ini Fimela.com akan membahas 3 dampak akibat kamu tidak berani menolak sesuatu. Hal yang perlu ditekankan disini adalah penolakan yang dimaksud jika kamu merasa hal itu tidak baik untukmu artinya, kamu menolak sesuatu karena kamu mana yang terbaik dan mana yang benar.

Mudah Dihantui Rasa Penyesalan

Mudah Dihantui Rasa Penyesalan
Ilustrasi Emosi Penyesalan Credit: pexels.com/pixabay

Dampak pertama akibat kamu tidak berani menolak sesuatu ialah mudah dihantui rasa penyesalan yang mandalam. Kamu akan terus berharap bahwa waktu bisa diulang kembali dan kamu bisa merubah keputusan saat itu.

Penyesalan memang selalu datang diakhir cerita ketika kamu mulai menyadari bahwa seharusnya dulu kamu berani untuk menolak sesuatu karena kamu tahu itu tidak baik untukmu. Rasa penyesalan yang mendalam bisa membuatmu cemas dan merasa sedih sepanjang hari, tentunya itu sangat tidak baik.

Maka dari itu, beranilah untuk menolak sesuatu agar kamu tidak menyesal dikemudian hari. Berani menolak sesuatu agar kamu tidak punya kesempatan untuk hidup dimasa lalu tetapi berani menatap masa depan. Tidak ada salahnya berkata tidak pada sesuatu yang mengakibatkan keburukan untukmu.

Mudah Menyalahkan Orang Lain

Mudah Menyalahkan Orang Lain
Ilustrasi Pertengkaran Credit: pexels.com/VeraArsic

Selanjutnya, dampak ketika kamu tidak berani menolak sesuatu ialah mudah menyalahkan orang lain. Bisa jadi pada saat itu kamu tidak berani menolak karena kamu mempertimbangkan seseorang maka, dari itu kamu terpaksa mengiyakannya. Akan tetapi diakhir cerita, ketika keadaan memburuk, kamu merasa ini salah orang lain.

Hal ini sangat mungkin terjadi padahal sebanarnya ini salah dirimu sendiri karena tidak begitu cukup berani untuk berkata tidak. Namun, biasanya oada posisi ini kamu bisa menjadi seseorang yang merasa sebagai korban dan paling dirugikan sehingga kamu tidak mampu berpikir jernih dan menyalahkan diri sendiri.

Kamu akan merasa bahwa ini semua menjadi tanggung jawab orang yang kamu salahkan. Tentu hal ini sangat tidak dewasa, apapun yang terjadi padamu ialah tangung jawabmu sendiri. Maka dari itu, mulai dari sekarang tekankan pada dirimu untuk tidak bermain ‘playing victim’ hanya karena kamu tidak berani menolak sesuatu.

Merasa Tidak Bahagia

Merasa Tidak Bahagia
Ilustrasi Emosi Sedih Credit: pexels.com/EnginAkyurt

Terakhir, dampak akibat kamu tidak berani menolak sesuatu ialah kamu tidak merasa bahagia dengan hidupmu atau justru dengan keputusan yang kamu ambil. Hidup tidak bahagia pasti bukan sesuatu yang ingin dirasakan oleh setiap orang.

Hidup dengan merasa tidak bahagia tidak akan berarti untukmu, justru kamu akan merasa sakit setiap detiknya dan pastinya dihantui rasa penyesalan. Maka dari itu, lebih baik jangan gadaikan kebahagiaan hidupmu kedepan dengan tidak berani menolak.

Apabila kamu bertemu pada posisi dimana kamu harus memilih sesuatu yang sangat penting bagi hidupmu seperti bekerja atau menikah contohnya, pastikan kamu menetapkan pilihan yang benar. Menolak karena pertimbangan yang logis lebih baik daripada mengiyakan karena terpaksa.

Lanjutkan Membaca ↓